METROPOLIS

Kaltim Terbaik Nasional, Juara 2 Lomba Apresiasi Pelaksanaan SSK Paripurna 2022

Pengumuman juara 2 yang diraih Kaltim. (Foto: Diskominfo Kaltim)

SAMARINDA, Kate.id – Kaltim kembali menorehkan prestasi di bidang Pendidikan. Melalui ajang Apresiasi Pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna Terbaik 2022 berskala nasional garapan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat.

Kaltim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menempati posisi paling atas nasional sebagai Pengelola Program SSK Provinsi dan terbaik 1. Untuk Inovasi Komunitas Pelajar Peduli Stunting (Penting) yang diinisiasi pula oleh Disdikbud Kaltim.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Disdikbud Kaltim Mispoyo mengaku bersyukur atas pencapaian dari salah satu program gagasannya. Apalagi ini merupakan kali pertama Kaltim meraih Penghargaan dari ajang tahunan nasional ini.

“Jujur, pencapaian ini sangatlah mengejutkan. Karena, awalnya kami sama sekali tidak bertujuan untuk kompetisi atau lomba. Kami memang tengah menggerakkan program yang kami usung itu dan kemudian ternyata momennya bertepatan dengan adanya lomba ini,” ungkapnya.

“Jadi bisa dibilang untuk persiapan sangat singkat, namun berkat peran banyak pihak untuk kesuksesan program ini, Alhamdulillah kita memperoleh hasil yang sangat baik,” sambung Mispoyo.

Kata dia, setelah Komunitas Penting diluncurkan beberapa waktu lalu, berbagai bentuk kegiatan dilakukan. Mulai dari sosialisasi yang masif, pendampingan pembuatan konten-konten media terkait stunting, di ruang lingkup sekolah terus dikerahkan.

Dalam hal ini Disdikbud Kaltim terus berupaya menggaungkan Komunitas Penting untuk dapat dibentuk secara resmi di seluruh SSK di Kaltim baik SMA, SMK, maupun SLB.

“Program penting atau pelajar peduli Stunting ini adalah sebuah terobosan karena biasanya kan di sekolah itu ada OSIS atau Unit Kegiatan Sekolah lainnya, tapi kini kita hadirkan ada komunitas pelajar yang aktif berkegiatan untuk edukasi soal Stunting beserta pencegahannya,” beber Mispoyo.

“Awalnya, kami targetkan untuk 30 sekolah namun ternyata antusiasmenya tinggi sehingga, dalam waktu sebulan sudah mencapai 75 sekolah,” imbuhnya.

Jumlah ini, terang Mispoyo, bakal terus ditingkatkan. Sehingga diharapkan bisa menjangkau seluruh Kaltim yang memiliki kurang lebih 480 Sekolah akan diresmikan jadi SSK.

Komunitas penting ini dapat dibentuk dan diaktifkan pada setiap sekolah tersebut. Hal ini sebagai upaya Pemerintah untuk mewujudkan Kaltim bebas Stunting melalui hulunya yaitu generasi muda.

Diraihnya prestasi ini juga diharapkan dapat menginspirasi daerah-daerah lain agar dapat mengadopsi program serupa. Program ini pun didorong agar dapat diimplementasikan dalam kurikulum merdeka belajar.

“Dengan diperolehnya 2 Prestasi Nasional ini kami telah melakukan evaluasi. Meski masih belum memperoleh juara untuk kategori SSK, semoga tahun depan Kaltim bisa memperoleh Juara. Kami pun berharap program komunitas peduli Stunting ini bisa menginspirasi daerah lain dan diterapkan di seluruh penjuru negeri,” urainya.

“Dalam hal penanggulangan Stunting, kita harus bersiap jauh-jauh hari, mulai dari strategi program hingga upaya-upaya untuk menciptakan SDM yang unggul, untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045,” pungkas Mispoyo. (lan/advdiskominfokaltim)

Comments

POPULER

To Top