EKONOMI & BISNIS

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Menguat di Tengah Tren Perlambatan Global

Ilustrasi.

JAKARTA, Kate.id – Di tengah ketidakpastian dan tren perlambatan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional makin menguat pada triwulan II-2022. Hal ini dapat dilihat dari PDB nasional yang tumbuh kuat melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,4% pada triwulan II-2022 (yoy).

Adapun faktor kunci pendorong pertumbuhan triwulan ini antara lain relaksasi aturan perjalanan yang mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, terutama di masa Ramadhan dan Lebaran, serta kinerja ekspor komoditas unggulan yang masih sangat kuat.

Dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode bulan Ramadhan dan hari Raya Idul Fitri, termasuk antusiasme masyarakat dalam aktivitas mudik menyebabkan Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,5% (yoy) pada triwulan II, dimana setelah pada triwulan sebelumnya sempat tersendat akibat penyebaran varian Omicron.

Dengan adanya normalisasi aturan mudik lebaran seiring semakin terkendalinya pandemi Covid-19 mendorong tingginya pertumbuhan sektor transportasi dan penyediaan akomodasi makan minum.

Sektor transportasi dan sektor penyediaan akomodasi makan minum juga melonjak tinggi dengan tumbuh sebesar 21,3 persen dan 9,8 persen (yoy) pada triwulan II 2022.

Stabilitas pertumbuhan konsumsi juga tidak terlepas dari peran APBN yang dioptimalkan untuk menyerap tingginya tekanan inflasi global. Inflasi nasional memang dalam tren yang meningkat, terutama dalam dua bulan terakhir, meksipun demikian, tingkat inflasi Indonesia masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan negara lain.

Inflasi yang cenderung moderat ini juga tercermin dari perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan tingkat kenaikan harga produsen yang mencapai 11,8% pada triwulan II-2022.

Ke depan, dinamika global masih akan menjadi tantangan utama bagi stabilitas harga domestik. Peran APBN dalam menjaga momentum pemulihan akan terus dimaksimalkan, terutama dalam melindungi daya beli masyarakat berpendapatan rendah.

Ekspor kembali mencatatkan pertumbuhan yang tinggi. Peningkatan permintaan atas komoditas dan produk manufaktur unggulan nasional masih terus terjadi di tengah disrupsi pasokan global dan konflik Rusia-Ukraina. Ekspor secara riil tumbuh 19,7% (yoy) di triwulan II-2022.

Hasil ini mendorong surplus neraca perdagangan barang yang mencapai puncak tertingginya sepanjang sejarah nasional Indonesia sebesar USD 15,5 miliar per triwulan II-2022.

Sedangkan tingkat pertumbuhan impor riil masih relatif tinggi di angka 12,3% (yoy) menggambarkan keberlanjutan ekspansi produksi dalam negeri. Hal ini juga tercermin dari pertumbuhan impor nominal bahan baku dan barang modal yang selama triwulan II yang tumbuh 27,7% dan 21,3% (yoy).

Tingginya harga komoditas menjadi katalisator kuatnya pertumbuhan sektor pertambangan dan pertanian. Pertumbuhan sektor pertambangan melanjutkan tren penguatan dengan tumbuh sebesar 4,0%(yoy) pada triwulan II 2022.
Tingginya permintaan di tengah disrupsi pasokan global membuat harga komoditas bertahan tinggi sehingga menjadi penopang kinerja sektor pertambangan.

Ekspansi sektor manufaktur dan perdagangan terus stabil, sejalan dengan perbaikan kapasitas produksi dan permintaan dalam negeri. Pada triwulan II, sektor manufaktur dan sektor perdagangan masing-masing tumbuh 4,0 dan 4,4% (yoy).

Selaras dengan sektor manufaktur, sektor perdagangan juga tumbuh stabil. Mobilitas dan konsumsi masyarakat yang meningkat tinggi pada momen lebaran menjadi salah satu faktornya.

Keberlanjutan pemulihan dua sektor utama penopang pertumbuhan ini juga tercermin dari kinerja penerimaan perpajakan masing-masing sektor yang rata-rata tumbuh 56,3% dan 78,4% (yoy) pada triwulan II.

Ke depan, perekonomian diperkirakan masih akan melaju dengan kuat. Indikator yang mencerminkan pergerakan ekonomi ke depan (leading indicators) masih menunjukkan laju pemulihan yang stabil. Indikator Purchasing Managers’ Index Indonesia kokoh berada di zona ekspansi dalam 11 bulan terakhir dan menguat di bulan Juli 2022.

Tingkat belanja masyarakat juga diperkirakan tetap stabil pada tingkat yang masih relatif tinggi di sepanjang bulan Juli. Konsistensi momentum pemulihan ekonomi di tahun 2022 merupakan kunci bagi perekonomian untuk melaju lebih tinggi di jangka menengah. Kementerian Keuangan memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2022 akan berada pada kisaran 5,1 – 5,4%. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top