METROPOLIS

Kondisi Berangsur Membaik, Pemkab Kutai Kartanegara Perlahan Benahi Pulau Kumala

Jajaran Dinas Pariwisata Kukar yang Diwakili Kabid Destinasi Wisata Ridha Fatrianta Bersama ATMI Surakarta saat Meninjau Sky Tower Pulau Kumala. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) perlahan membenahi Pulau Kumala. Yang merupakan salah satu destinasi wisata terpopuler di Kukar.

Diketahui sejak pandemi melanda masyarakat, Pulau Kumala turut terdampak hingga tutup seperti destinasi wisata lainnya. Hal ini membuat para pelaku UMKM maupun pengelola wahana di Pulau Kumala tidak beroperasi seiring tingginya kasus Covid-19.

Karenanya ketika di 2022, kasus Covid-19 mulai menurun, beberapa destinasi wisata mulai dibuka seiring berjalannya vaksinasi dengan gencar. Hal ini juga menjadi momentum bagi Pemkab Kukar melalui Dinas Pariwisata (Dispar) selaku pengelola Pulau Kumala dalam melakukan pembenahan secara perlahan untuk membuka destinasi wisata tersebut.

“Pemkab Kukar sudah menjalin kerja sama dengan ATMI Surakarta, pada kesempatan ini juga kita coba minta bantu identifikasi apa sebenarnya permasalahan yang ada di Pulau Kumala. Kira-kira bisa diperbaiki atau tidak, terkait biaya untuk sekarang masih belum bisa di keluarkan dan belum dihitung,” beber Kadispar Kukar, Slamet Hadiraharjo melalui Kabid Destinasi Wisata, Muhammad Ridha Fatrianta, Senin (1/8/2022) siang.

Dijelaskan, sejak awal diserahkan pengelolaannya ke Pemkab Kukar pada 2017. Sudah banyak wahana dan fasilitas Pulau Kumala yang tidak lagi berfungsi dengan baik.

Oleh karena itu, Dispar secara rutin melakukan pengecekan maupun komunikasi untuk pembenahan. Termasuk melakukan peninjauan terhadap beberapa wahana dan fasilitas, seperti sky tower dan kereta gantung.

“Jadi kami bakal langkah awal dulu, terkait mengoperasikannya kita lihat hitungan estimasi perlahan-lahan berapa biaya perbaikannya. Artinya kalau kami operasionalkan dari segi bisnis kira-kira masuk tidak,” ujar Ridha.

Dengan kondisi Pulau Kumala saat ini, bak tidak terurus dengan tingginya rumput, fasilitas maupun sapras yang tidak layak menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Kukar untuk kembali membukanya bagi masyarakat luas. Ridha mengatakan, memang benar dengan kondisi saat ini Dispar juga keterbatasan untuk menganggarkan perawatan, namun bukan berarti tidak ada solusinya.

“Dengan luasnya Pulau Kumala, kami coba gandeng mahasiswa fakultas pertanian Universitas Kutai Kartanegara. Dengan adanya permanfaatan lahan itu bisa mengurangi perawatan lingkungan di Pulau Kumala. Jadi saat ini sudah berjalan dan kami kasih space beberapa lahan untuk mereka uji coba lahan dan penelitian,” ungkapnya.

Disampaikan Ridha, kendala yang dihadapi akhir-akhir ini adalah perbaikan jaringan listrik dan air. Saat ini telah tertangani secara perlahan, jaringan listrik sudah berjalan di area kuliner dan suvenir. Sama halnya dengan air, saat ini perkembangannya sudah mulai berjalan di loket.

“Kami memastikan sebelum kembali buka mungkin pada pertengahan Agustus, semua sapras dan keperluan air listrik sudah siap dan tersedia. Hingga nanti selanjutnya kita lakukan dulu sosialisasi dengan pelaku usaha supaya mereka bersiap dan sama-sama buka,” jelas Ridha.

Kondisi terkini area kuliner Kumala. (Foto: Elmo/Kate.id)

Dijelaskan, di Pulau Kumala telah tersedia sebanyak 70 kios yang diperuntukkan bagi pelaku usaha kuliner maupun suvenir. Juga pelaku usaha jasa permainan, seperti motor listrik dan sepeda.

Seiring dibukanya Pulau Kumala, Dispar akan melakukan aosialisasi dalam waktu dekat untuk mempersiapkan, juga untuk membantu membersihkan area sekitar Pulau.

“Terkait kerja sama dengan pihak ketiga, kami terbuka. Kalau memang ada investor kerja sama, mekanismenya di dalam aturan sudah ada, cuma memang pada saat ini ada beberapa yang sudah cuman belum ada tindak lanjut. Karena kami berharap dengan dibukanya kembali Pulau ini dapat menggerakkan ekonomi di masyarakat juga meningkatkan PAD,” tutup Ridha. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top