HUKUM & KRIMINAL

Diduga Pemalsuan Dokumen, Oknum Anggota DPRD Kutai Kartanegara Diamankan Polisi

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid. (Foto: Istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial KM telah ditangkap pihak kepolisian akibat pemalsuan dokumen.

KM diamankan pihak kepolisian saat melakukan kunjungan kerja di Kota Blitar, Jawa Timur pada Kamis (21/7/2022) kemarin.

Dugaan tindakan kriminal yang dilakukan wakil rakyat tersebut adalah pemalsuan dokumen tanah. Tindakannya tersebut dilakukannya saat masih menjabat Kepala Desa Giri Agung, Kecamatan Sebulu pada tahun 2017 silam.

Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid membenarkan dugaan ini. Saat dikonfirmasi, dia membeberkan bahwa betul KM bersama Komisi IV DPRD Kukar sedang melakukan kunker di Blitar, Jatim.

“Memang ada kegiatan kerja di Blitar. Ada Komisi IV di Blitar ke Makam Pahlawan Bung Karno,” ujar Rasid kepada awak media, Jumat (22/7/2022).

Saat ini, Rasid masih belum mendapat informasi lebih terkait penangkapan KM, karena tersangka pun tidak bisa dihubungi. Tetapi Rasid tegaskan pihaknya tetap akan mencari informasi dan kebenaran terkait kasus penangkapan tersebut.

“Kami masih koordinasi dan menunggu informasi dari kepolisian,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Mutoyib saat dikonfirmasi melalui telepon juga membenarkan bahwa kemarin dia bersama KM tengah melakukan kunker di Blitar. Pada saat itu Mutoyib bersama KM dan anggota Komisi IV DPRD lainnya tengah melakukan kunker Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kukar. 

Selebihnya, Mutoyib enggan berkomentar lebih lanjut perihal kasus penangkapan KM di Blitar. Namun yang pasti ia mengatakan benar bahwa petugas kepolisian datang ke Blitar untum menjemput KM.

Kajari Kukar Darmo Wijoyo saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Elmo/Kate.id)

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kukar Darmo Wijoyo mengatakan saat ini KM telah memasuki P-21. Yang berarti perkara tersebut sudah lengkap. Kejari saat ini menunggu pelimpahan dari penyidik terkait barang bukti dan tersangka untuk tahap kedua.

“Pada dasarnya kami sesuaikan dengan aturan dan profesional. Kami disini tidak membedakan apa itu dewan atau yang lainnya kami tetap profesional,” tegas Darmo. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top