POLITIK

Cegah Narkotika Masuk Desa, Wakil Rakyat PAN Sosialisasikan Perda Narkotika di Batu Engau Paser

Anggota DPRD Kaltim Sukmawati saat sosalisasi perda Narkotika di Desa Bai Jaya Kecamatan Batu Engau, Paser, Jumat (24/6/2022).

PASER, Kate.id – Provinsi Kaltim menjadi salah satu daerah tujuan utama peredaran Narkotika. Hal ini menjadi semangat Anggota DPRD Kaltim F-PAN Sukmawati terus mengampanyekan bahaya narkotika di dapilnya, Kabupaten Paser.

Bertempat di Balai Desa Bai Jaya Kecamatan Batu Engau, warga antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung Jumat (24/6/2022) kemarin.

Sukmawati menyatakan, perda Kaltim No. 7 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan penyalahgunaan Narkotika harus diketahui oleh masyarakat luas.

Pasalnya dari perda tersebut ada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat tentang pencegahan narkotika.

“Khususnya mencegah dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kita,” kata mantan camat Tanah Grogot ini saat kegiatan sosialisasi perda pada 24 – 26 Juni 2022.

Legislator PAN Kaltim ini sengaja mengambil tema narkoba dalam giat sosper ke dapilnya. Sebab, bahaya narkoba sangat perlu disampaikan kepada masyarakat.

“Karena penyakit seperti narkoba ini, sangat berbahaya. Jadi lebih baik di hindari dari pada mengobati,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kaltim ini.

Dalam kegiatan sosper ini pun, Sukmawati berkolaborasi mengajak Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Paser. Tujuannya, agar memberikan edukasi tentang segala jenis narkotika, mulai dari bahayanya hingga cara mencegahnya.

“Dari sosialisasi ini, masyarakat desa jadi tahu bahaya narkotika. Ada rasa kepedulian bersama menjaga lingkungannya, agar bebas dari narkoba,” harap pensiunan ASN Paser ini.

Acara tersebut menghadirkan 2 pemateri yang paham akan bahaya narkotika. Adalah, dr. Asnurathab Chairiri dari BNK Paser dan Pelatih Paskibraka Peltu TNI, Agus Suasdinur.

Dalam materinya, ia mengampanyekan bahaya narkoba adalah bagian dari menyiapkan generasi tangguh menyongsong Indonesia Emas.  

Sebab, Indonesia telah mencanangkan darurat narkoba. Kampanye ini dilakukan tak hanya diperkotaan, namun diharapkan sampai ke desa-desa. Sebab, pasar narkotika telah menyasar generasi muda.

“Selalu jauhi narkoba karena bisa merusak diri dan lingkungan, terlebih anak-anak muda sebagai generasi penerus bangsa,” kata dr. Asnurathab Chairiri.

Selain itu, Dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, narkoba adalah jenis obat-obatan dilarang.

Adapun sejumlah lokasi rawan narkoba di antaranya, seperti tempat hiburan malam, penginapan, kos-kosan, jalan sepi, hingga warung internet/game.

“Dibutuhkan peran serta masyarakat dalam mencegah ini. Termasuk dari lingkungan keluarga,” ucapnya.

Sementara untuk peran desa, melalui program Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar). Yaitu, suatu gerakan di desa/kelurahan agar bersih dari narkoba.

Diharapkan dapat menjadi program prioritas desa dengan alokasi anggaran APBDesa maupun anggaran lain yang sah. Di mana terselenggara kegiatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi. (tm)

Comments

POPULER

To Top