EKONOMI & BISNIS

Sepuluh Juta Produk Indonesia Ditargetkan Bersertifikat Halal di 2022

Ilustrasi.

BLITAR, Kate.id – Sebanyak sepuluh juta produk Indonesia ditargetkan menyandang sertifikat halal di 2022 ini.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham saat memberikan materi tentang Akselerasi Sertifikasi Halal, di Universitas Islam Blitar (Unisba).

Dia terus mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) segera mensertifikasi halal produk-produknya. Guna meningkatkan daya saing di pasar global.

“Saat ini masih banyak UMK yang masih beranggapan belum penting memiliki sertifikasi halal. Padahal, selain menjadi jaminan bagi masyarakat, sertifikasi halal ini merupakan pintu masuk jika ingin masuk ke persaingan global,” ungkap Aqil.

Dalam kegiatan bertajuk “Knowledge Sharing Pendamping Proses Produk Halal (PPH)” tersebut, Aqil berharap pemahaman ini dapat disampaikan para pendamping UMK.

“Ini untuk mengakselerasi capaian sertifikasi halal yang saat ini tengah dilakukan pemerintah,” ujar Aqil.

Dia menuturkan, pada 2022 ini ditargetkan ada sepuluh juta produk bersertifikat halal. “Untuk itu dibutuhkan partisipasi 3,6 juta pelaku usaha dengan 36.000 pendamping PPH,” papar Aqil.

“Asumsinya, 1 pendamping menargetkan 100 pelaku usaha. Dan sampai hari ini. Kita baru memiliki 8.676 pendamping,” imbuhnya.

Karena itu sejumlah strategi dilakukan untuk mempercepat capaian. “Salah satunya berkerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait, termasuk universitas seperti Unisba,” tutur Aqil. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top