METROPOLIS

Nasib Ribuan Karyawan dan Subkon PT GBU Temui Titik Terang

Foto bersama stakeholder terkait dalam Rapat Pengelolaan Sementara Aset Sita Eksekusi Operasional Tambang PT GBU di Swiss-Bell Hotel Samarinda, Selasa (21/6/2022). (Foto: istimewa)

SAMARINDA Kate.id – Nasib ribuan karyawan dan sub kontraktor (subkon) PT Gunung Bara Utama (GBU) di Kutai Barat (Kubar) menemui titik terang. Setelah sebelumnya sempat menggantung lantaran aset tambang yang disita oleh Kejaksaan Agung sejak 19 Mei silam.

Diketahui, Kejaksaan Agung menyita aset-aset anak usaha PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), yakni PT GBU pada 18 dan 19 Mei 2022. Lantaran aset GBU disebut milik Heru Hidayat, terdakwa kasus dugaan korupsi Jiwasraya dan Asabri.

Titik terang itu tampak setelah terbit kesepakatan bersama stakeholder terkait dalam Rapat Pengelolaan Sementara Aset Sita Eksekusi Operasional Tambang PT GBU di Swiss-Bell Hotel Samarinda, Selasa (21/6/2022).

Dalam rapat yang melibatkan perwakilan dari Kementerian BUMN, Kejaksaan RI, Polda Kaltim, Kodam IV Mulawarman, DPRD Kubar, dan PT Bukit Asam itu, disepakati empat kesimpulan.

“Hasilnya disepakati bahwa Kementerian BUMN telah menunjuk PT Bukit Asam Tbk untuk mengelola sementara aset sita operasional tambang PT GBU. Setelah mendapat rekomendasi pengelolaan aset sita dari Kejaksaan RI,” tulis Wakil Ketua DPRD Kubar Ahmad Syaiful Acong dalam unggahannya di media sosial.

Pria yang karib disapa Haji Acong itu menerangkan supaya para pegawai tidak perlu khawatir. Nantinya mereka semua akan tetap bekerja sebagaimana mestinya dengan pengelola PT Bukit Asam Tbk.

Diketahui, setelah pertemuan ini, tim dari PT Bukit Asam akan turun langsung ke Kutai Barat. Acong berharap keputusan ini bukan hanya menjamin ribuan pekerja eks PT GBU tidak kehilangan pekerjaannya. Melainkan dapat menyerap tenaga kerja baru untuk warga Kubar.

“Ini sesuai aspirasi yang diinginkan kita bersama. Bagaimana nasib pekerja PT GBU yang mayoritas warga Kutai Barat ini tidak kehilangan pekerjaan,” sebutnya.

Adapun empat kesimpulan rapat yang pertama Kementerian BUMN telah menerima surat dari Kejaksaan RI Nomor: R-775/F/Fjp/06/2022 tanggal 2022 mengenai penyerahan pengelolaan sementara aset sita eksekusi operasional tambang PT Gunung Bara Utama.

Kedua, Berdasarkan hasil rapat di Kementerian BUMN tanggal 6 Juni 2022 yang dipimpin Wamen BUMN II, Kementerian BUMN akan menugaskan PT Bukit Asam Tbk (PT BA) untuk pengelolaan sementara areal tambang PT GBU yang berlokasi di Kubar sebagaimana surat Kejaksaan RI.

Kesimpulan ketiga, meminta PT BA bersama PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) di bawah pengawasan Kejaksaan untuk melakukan due diligence dan persiapan untuk pengelolaan sementara areal tambang PT GBU yang berlokasi di Kubar.

Terakhir, Pemerintah Daerah, Polda Kaltim, Kodam VI/Mulawarman, Kejaksaan Tinggi, DPRD Kubar, dan aparat setempat membantu PT BA dalam proses dan pengelolaan sementara areal tambang PT GBU di Kubar. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top