OLAHRAGA

Lestarikan Budaya Kutai Kartanegara, Dispora dan KORMI Gelar Turnamen Olahraga Tradisional

Lestarikan Budaya Kutai Kartanegara, Dispora dan KORMI Gelar Turnamen Olahraga Tradisional
Salah Satu Peserta Cabang Olahraga Tradisional Begasing di Komplek CBD Tenggarong. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bekerja sama Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan Turnamen Olahraga Tradisional (Oltrad) di Kawasan CBD Tenggarong, Sabtu (18/6/2022).

Lomba yang akan berlangsung selama dua hari hingga Ahad (19/6/2022) besok ini merupakan kegiatan rutinitas yang dilaksanakan oleh KORMI dengan Dispora. Tetapi karena dua tahun Kukar dilanda Pandemi Covid-19, kegiatan ini juga ikut tertunda.

“Karena melalui kegiatan ini selain bagi masyarakat umum, kami menarget pelajar juga. Selain mengenalkan oltrad, juga untuk persiapan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) mendatang,” ungkap Kepala Dispora Kukar Aji Ali Husni.

Mengingat zaman sekarang dimana anak-anak lebih memilih permainan online ataupun gadget, menjadi tantangan tersendiri Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dan KORMI dalam melestarikan oltrad. Oleh karena itu melalui ajang pertandingan ini juga dapat menjadi daya tarik anak-anak generasi sekarang.

“Ke depan Dispora akan bekerja sama dengan Disdikbud tentang program olahraga tradisional terhadap adik-adik SD dan SMP. Dengan alat tidak terlalu mahal dan sederhana mudah didapat. Mungkin jadi salah satu daya tarik sehingga anak-anak bisa bermain bersama,” jelas Ali.

Tujuan tersebut juga untuk membangun kebersamaan dan interaksi baik bagi anak-anak. Berbeda halnya dengan game online, mereka tidak saling bertemu. Ke depan, Ali beberkan akan ada lagi gelaran kegiatan semacam ini dengan KORMI Kukar.

“Dan ke depan ketika ada Erau akan dilakukan kembali untuk perkenalan dengan sasaran utama pelajar,” tegas Ali.

Sementara itu Ketua KORMI Kukar Lukman mengatakan, melalui kegiatan perlombaan ini menjadi momentum dalam menggiatkan olahraga tradisional. Yang juga bertujuan untuk mencari bibit-bibit olahraga tradisional.

“Olahraga tradisional ini merupakan budaya kita yang berasal dari nilai masing-masing daerah. Dan kita juga memadukan masing-masing daerah kecamatan kita itu dengan kegiatan olahraga,” terang Lukman.

Kata dia, dari bibit-bibit atlet olahraga tradisional ini juga untuk persiapan Fornas VI 2022 yang akan dilaksanakan di Palembang pada 1 sampai 7 Juli mendatang. Di mana pada ajang tahunan tersebut, sebelumnya Kukar menjadi salah satu penyumbang medali terbesar bagi Kaltim.

“Diketahui Fornas ke-5 di Samarinda. Kaltim menjadi juara umum di 2019. Dan dari juara umum itu hampir 60% atletnya dari Kukar,” tuturnya.

Jelas Lukman, selain bertujuan melestarikan oltrad, mengembangkan oltrad juga menjadi keinginan bersama jajarannya. Karena, sebutnya, olahraga tidak hanya melihat prestasi, tapi ada hal-hal nilai budaya yang harus dikembangkan, ilustrasikan dan angkat. Dan hampir seluruh Indonesia saat ini sudah hampir tinggi geliatnya dalam olahraga tradisional.

“Kami berharap olahraga tradisional ini masuk dalam kurikulum muatan lokal di masing-masing sekolah. Makanya pada hari ini selain misalkan kategori umum yang diperlombakan mengikutkan kategori anak sekolah baik itu SD maupun SMP. Hal ini bertujuan untuk melestarikan oltrad ke generasi mendatang,” tegas Lukman.

Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 200 lebih peserta dari hampir seluruh Provinsi Kaltim. Di antara kabupaten dan kota tersebut adalah Kutim, Kubar, Kukar, Bontang, PPU, Balikpapan dan Samarinda. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top