METROPOLIS

Peralihan ke TV Digital, Diskominfo Kutai Kartanegara Pastikan Warga Miskin Dapat STB Gratis

Peralihan ke TV Digital, Diskominfo Kutai Kartanegara Pastikan Warga Miskin Dapat STB Gratis
Kepala Diskominfo Kukar Dafip Haryanto saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah siap menerapkan migrasi penggunaan TV Analog ke TV Digital dengan Set Top Box (STB). Langkah ini serentak bersama beberapa Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar Dafip Haryanto kepada Kate.id saat ditemui di ruangannya, Jumat (3/6/2022). Kata dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar kini sudah mulai mendata Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) bagi masyarakat yang berhak mendapat STB.

“Ada 314 kabupaten dan kota yang ada siaran TV digital. Nanti harus menyinkronkan dengan data DTKS. Tadi juga saya minta Sekda dan Dinsos untuk mengikutinya. Nanti masih ada proses pendataan dari Kemendagri untuk fasilitasi rapat teknisnya,” terang Dafip.

Diketahui, target pemerintah dalam perubahan ini adalah untuk mempermudah masyarakat miskin yang memiliki TV di rumah tangganya. Dalam hal ini, Dafip menyebut Kemenkominfo bekerja sama 12 stasiun TV swasta untuk melengkapi STB bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

“Jadi STB yang dipersiapkan Kemenkominfo ada 1 juta. Dan dari 12 stasiun penyiaran tv swasta sebanyak 4,2 Juta,” jelasnya.

Saat ini Dafip belum mengetahui pasti Kukar akan mendapatkan bantuan dari TV Swasta di mana. Tetapi untuk syarat-syarat warga penerima STB bantuan harus masuk di data DTKS, memiliki sebuah TV, bersedia menerima alat STB dan setiap warga hanya boleh memiliki satu STB.

“Jadi posisi kami di pemerintah daerah ini adalah membantu kelancaran perubahan ini. Pastinya warga tidak dipungut biaya bagi yang menerima,” sambung Dafip.

Dengan kondisi geografis Kabupaten Kukar yang sangat luas, Diskominfo Kukar akan melakukan pemantauan dan survei terlebih dahulu. Apakah daerah tersebut terjangkau dan mumpuni.

Oleh karena itu Dafip sebut pihaknya bakal berkomunikasi dengan Dinsos untuk data-data keterjangkauan daerah. Karena kemungkinan daerah hulu belum bisa menerapkannya.

“Saat ini kami masih menunggu SK penetapan siapa penyalurnya STB. Apakah dari Diskominfo atau TV. Karena programnya masih baru, tetapi di Banda Aceh sudah berjalan TV Swasta yang sudah uji coba,” tandasnya. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top