METROPOLIS

BBGRM Ke-19 Kutai Kartanegara Sukses, Bupati Harap Budaya Gotong Royong Berlanjut

BBGRM Ke-19 Kutai Kartanegara Sukses, Bupati Harap Budaya Gotong Royong Berlanjut
Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Wabup, Rendi Solihin beserta Kepala Dinas PMD, Arianto dan Camat Loa Kulu, Ardiansyah saat Mencanangkan Kegiatan BBGRM Ke-19. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) melaksanakan kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-19, Rabu (25/5/2022). Setelah dua tahun event ini tidak terlaksana akibat Pandemi Covid-19.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Kukar, BBGRM dicanangkan di Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu. Dan sebelumnya seluruh OPD, kecamatan, kelurahan, desa hingga RT melakukan gotong royong selama satu bulan penuh.

“Sudah saya pesankan bahwa BBGRM ini harus dimaknai bagian dari bagaimana kehadiran pemerintah bersama masyarakat untuk melakukan kegiatan bersama gotong royong di lingkungan masing-masing,” ungkap Bupati Kukar Edi Damansyah.

Dikatakannya, 143 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan seluruh Kukar turut menyukseskan kegiatan ini. Karena itu Edi berharap ini dapat dijadikan motivasi dan dorongan bagi jajarannya untuk terus mengkoordinasikan di lingkungan masing-masing.

“Kalau setiap kecamatan saya minta camat, lurah, kades di wilayah masing-masing. Karena gotong royong ini salah satu kegiatan yang turun-menurun dari leluhur kita di republik ini,” terangnya.

Keberhasilan BBGRM ini juga dikaitkan dengan program berbasis Rp50 Juta per RT. Orang nomor satu di Kota Raja tersebut mengucapkan program ini dapat mendorong kegiatan gotong royong di lingkungan-lingkungan RT bisa lebih meningkat lagi.

“Bagian kekuatan kita bersama. Bahwa gotong royong ini kekuatan di Kukar yang memang harus kita laksanakan dengan baik. Karena tidak ada persolan yang tidak bisa kita selesaikan kalau kita kerja bersama, wujudnya dalam bentuk gotong royong,” tutur Edi.

Adapun untuk menjaga budaya gotong royong ini yaitu melalui program dedikasinya ‘Kukar Idaman’. Yakni ‘Betulungan Etam Pasti Bisa’, yang berartikan jika saling membantu kita pasti bisa.

“Jadi saya tekankan giat ini perlu kehadiran pemerintah. Perlu dorongan dan fasilitasi, tidak hanya dalam bulan bakti ini saja. Tetapi ini juga bagian dari bentuk penguatan. Artinya sebelas bulan lainnya juga tetap melakukan gotong royong dengan baik,” tandas Edi. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top