MUSIK

‘Sajojo’, Lagu Cinta Energik Penuh Makna dari Tanah Papua

'Sajojo', Lagu Cinta Penuh Energi dari Tanah Papua
Ilustrasi menyayikan lagu Sajojo (Shutterstock/Ronaldy Irfak)

“Sajojo! Sajojo! Yumanamko misa papa samuna-muna-muna keke. Samuna-muna-muna keke!”

‘Sajojo’ merupakan salah satu lagu daerah asal Papua. Meskipun memiliki musik yang ringan dan riang, ternyata ada makna mendalam di balik lirik lagu Sajojo.

Dikutip dari laman resmi Kemenparekraf, lagu Sajojo menceritakan tentang seorang gadis yang sangat disayangi oleh kedua orang tuanya. Memiliki wajah yang cantik dan menjadi “kembang desa, membuat banyak pria jatuh cinta kepadanya.

Berkat kecantikannya tersebut, banyak pria tertarik untuk mengajak gadis cantik tersebut keluar dan jalan-jalan bersama. Dengan kata lain, lagu Sajojo digambarkan sebagai seorang laki-laki yang meminta izin kepada orangtua untuk mengajak anak perempuannya jalan-jalan dan kembali pada sore hari.

Salah satu daya tarik lagu Sajojo adalah iringan musiknya yang menggunakan alat musik tradisional khas Papua, yakni Tifa. Meskipun bentuknya mirip gendang, tapi suara tifa cenderung lebih ringan dan bisa menjadi pengatur ritme dalam tarian.

Iringan tifa membuat alunan musik menjadi lebih yang ceria. Tidak heran kalau lagu Sajojo asal Papua ini mudah dinikmati anak-anak hingga orangtua. Tidak hanya untuk bernyanyi bersama, lagu Sajojo kerap menjadi iringan Tarian Sajojo khas Papua.

Tarian dan lagu Sajojo kerap dibawakan dalam berbagai acara, seperti acara adat, budaya, maupun sekadar sebagai hiburan. Meskipun memiliki lirik dan arti yang mendalam, namun Tarian Sajojo justru memiliki gerakan yang sangat energik dan penuh semangat.

Setiap penari menggunakan kostum adat khas Papua, yaitu busana yang terbuat dari akar maupun daun. Seperti misalnya menggunakan rok rumbai, senjata khas Papua, penutup kepala dengan unsur alam, serta kalung dan gelang yang terbuang dari benda-benda alam: batu, kayu, tulang, kerang, atau bahkan gigi binatang.

Kepopuleran lagu Sajojo tidak pernah padam sampai sekarang. Saking populernya, tidak jarang lagu Sajojo digunakan sebagai iringan musik untuk senam di pagi hari, promosi pariwisata, menyambut para tamu, hingga berhasil dikenal hingga mancanegara. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top