METROPOLIS

Diharapkan dapat Menjadi Wadah Mediasi Perkara, Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara Menyediakan Rumah Restorative Justice

(Kepala Kejari Kukar, Darmo Wijayanto Bersama Jajarannya Didepan Rumah Restorative Justice, Foto : Elmo/Kate.id)

Kutai Kartanegara, Kate.id – Untuk mempermudah penanangan kasus-kasus dengan tindak pidana ringan (Tipiring). Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Kartanegara (Kukar) telah mempersiapkan Rumah Restorative Justice (RJ) serentak bersama Kejari di daerah Kaltim lainnya.

Rumah Restorative Justice ini dianggap dapat menjadi wadah untuk penyelesaian konflik tanpa harus menajalani tuntutan secara hukum, lebih tepatnya mediasi. Kepala Kejari Kukar, Darmo Wijoyo mengatakan rumah RJ ini juga merupakan program dari Kejaksaan Agung bersama Polri.

“Jadi fungsi rumah restorative justice untuk penghentian tuntutan (hukum) sebelum sidang. Tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, adat dan juga pemerintah” beber Darmo seusai menghadiri launching Rumah RJ, Rabu (18/5/2022).

Apabila dalam pengadilan diutamakan kepastian hukum. Sebut Darmo, Restorative Justice lebih condong pada keadilan dan keseimbangan. Dirinya juga menyebutkan salah satu contoh kasus yang dapat diselesaikan di Rumah RJ.

“Dintaranya kasus pengancaman yang masuk dalam unsur pasal 351 ayat 1, dengan hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara. Kemudian pasal 310 ayat 1, tentang pencemaran nama baik.
“Yang terpenting ancaman hukumannya tidak lebih dari 5 tahun dan kerugiaanya dibawah Rp2.000.000,” terangnywnya.

Kendati, dalam mediasi di Rumah RJ juga diperlukan kehadiran kedua belah pihak, yakni pelaku dan korban. Apabila dalam penyelesaian permasalahan mereka tidak terjadi kesepakatan untuk berdamai, maka tuntutan hukum akan tetap dilanjutkan.

“Jadi secara musyawarah, tentunya harus mufakat kedua belah pihak, baik pelaku maupun korban. Kalau tidak ada kesepakatan, tidak mungkin terjadi,” tutup Darmo. (lmo)

Comments

POPULER

To Top