MIMBAR JUMAT

Enam Teladan Rasul dalam Menghargai Anak Kecil

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

MENGHARGAI anak meskipun mereka masih kecil akan melahirkan sifat percaya diri. Menguatkan mental, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan yang tak kalah penting, menjadikan mereka pribadi yang mudah menghargai orang lain.

Berikut ini beberapa teladan dari Nabi kita Muhammad shalallahu’alaihi wassalam yang bisa menjadi panduan bagi kita dalam menghargai anak-anak:

  1. Mendahului menyapa mereka.

Dalam shahih Bukhari diriwayatkan hadis dari Anas bin Malik bahwa Nabi shalallahu’alaihi wassalam biasa mendahului mengucapkan salam kepada anak-anak.

  1. Mengajari adab dan ilmu secara langsung.

Dalam shahihain diriwayatkan ada dua anak yang bersin, salah satunya didoakan /dijawab bersinnya oleh Rasulullah, sedangkan yang lain tidak.

Beliau kemudian berkata kepada salah satu orang tua anak tersebut: “Putramu bersin tapi tidak mengucapkan Hamdallah, akupun tidak mendoakannya, sedangkan dia mengucap hamdallah, akupun mendoakannya.”

  1. Meminta izin ketika akan mengambil barang miliknya.

Dalam shahih Muslim disebutkan bahwa Rasulullah pernah diberi air minum, beliau meminumnya. Ketika itu di sebelah kanan beliau ada anak kecil dan di sebelah kanan beliau orang-orang dewasa.

Secara adab, memberikan sesuatu harus mendahulukan yang berada di sebelah kanan dari yang kiri, namun karena pertimbangan di sebelah kiri beliau anak kecil, maka Nabi ingin mendahulukan orang dewasanya. Beliau lalu berkata kepada anak tersebut: “Apakah engkau mengizinkan jika aku memberikan air ini kepada mereka dahulu?”

  1. Mengajak bermusyawarah dalam persoalan yang bisa dia cerna.

Dalam majelis musyawarah Nabi shalallahu’alaihi wassalam terkadang turut hadir para pemuda-pemuda yang masih belia. Bahkan Beliau shalallahu’alaihi wassalam pernah mengutamakan pendapat kalangan muda dari yang tua seperti dalam kasus perang Uhud.

Begitu juga di masa khalifah sepeninggal beliau, sayidina Umar bin Khattab misalnya, melibatkan beberapa sahabat kecil seperti Abdullah bin Abbas turut serta dalam majelis musyawarah.

  1. Memberikan anak amanah yang mampu untuk ia emban.

Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam pernah memberikan amanah kepada Usamah bin Zaid untuk memimpin pasukan perang yang di dalamnya ada shahabat-shahabat senior seperti Abu Bakar dan Umar.

Begitu juga beberapa sahabat kecil seperti Amr bin Salamah pada usia 7 tahun sudah diberi amanah untuk mengimani kaumnya karena kefaqihan dan hafalan Qur’annya.

  1. Menghiburnya saat ia berduka.

Dalam musnand imam Ahmad disebutkan riwayat sahabat Anas bin Malik yang menceritakan bahwa ia memiliki saudara yang biasa diajak bercanda oleh Nabi shalallahu’alaihiwassalam.

Suatu ketika, beliau melihatnya sedih karena burung mainannya mati. Beliau pun bertanya dengan tujuan menghiburnya, “Wahai Abu ‘Umair ada apa dengan burung kecilmu?”

Demikian, semoga bermanfaat. (***)

*Disusun oleh Ahmad Syahrin Thoriq, pengasuh Ponpes Subulana Bontang.

Comments

POPULER

To Top