HUKUM & KRIMINAL

Tragis, Warga Samarinda Tembak Teman Sendiri Saat Berburu Kijang

Satreskrim Polres Kukar saat Menunjukkan Barang Bukti Berupa Senapan dan Peluru. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Seorang pria warga Samarinda berinisial MA (44) bernasib malang. Dia tidak sengaja menembak temannya sendiri yang berinisial R saat sedang berburu pada dini hari di Sungai Balok RT 5, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (4/5/2022) lalu.

Penembakan terjadi akibat kondisi gelap gulita pada lokasi tersebut. Sehingga MA keliru menganggap R adalah seekor kijang dan menembaknya. Sehingga membuat R terbaring di rumah sakit akibat peluru yang bersarang di dadanya. Alhasil MA mendekam di penjara lantaran kepemilikan senjata api.

“Jadi MA ini melakukan kegiatan berburu bersama dalam satu kawasan. Tetapi dalam satu kesempatan itu berbeda posisi. Dan dari hasil pemeriksaan, MA melihat sinar warna kuning yang dikira itu mata hewan kijang kemudian ditembaklah,” ungkap Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Gandha Syah Hidayat kepada awak media, Senin (9/5/2022) tadi.

Dikatakan, kejadian ini murni akibat unsur kelalaian MA. Pada perkara ini, Polres Kukar memproses kelalaian MA yang menyebabkan R luka berat. Dia sendiri menganggap kasus ini unik, karena MA sempat tidak mengakui perbuatannya.

“Dan penyidik perlu kurang lebih perlu waktu 24 jam setelah akhirnya mengakui yang sebenarnya terjadi. Karena yang tersangka ini sempat mengelak bahwa R tertembak karena senapan sendiri. Karena kami melakukan kegiatan pemeriksaan intensif akhirnya tersangka mengakui dan menunjukkan senpi rakitan yang dia gunakan. Karena senjata yang dia gunakan sempat dibuang di dekat lokasi tersebut karena panik,” jelas Gandha.

Dalam kasus ini, Satreskrim Polres Kukar berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis penabur. Satu buah benda bulat terbuat dari timah proyektil yang diambil dari operasi korban.

Kemudian satu lembar foto rontgen korban, dengan satu butir peluru penabur yang masih utuh digunakan dan satu butir peluru selongsong penabur dalam keadaan kosong atau pasangan dari proyektil yang bersarang di tubuh korban.

“Kini kondisi korban sudah keluar dari perawatan, kami mengusut dengan cepat dan sesuai prosedur karena kondisi peluru yang bersarang di dada korban,” lanjutnya.

Sementara itu MA mengaku tujuan awal berburu ini akibat memancing yang tidak kunjung dapat hasil. Karena ingin mengisi waktu luang setelah kerja, dirinya memilih untuk berburu dengan mengajak R sekira pukul 02.00 Wita dini hari.

“Saat itu masuk ke dalam hutan, saya kira dia ini ikuti atau menunggu saja. Saya tahu posisi dia kalau menunggu. Seharusnya kalau ada senjata itu tidak boleh misah. Sekalinya dia malah mengeblok seperti mengepung. Ketika dia menyenter, saya kira itu mata kijang, karena cahaya senternya itu kecil warna kuning,” ujar MA.

Karena warna senter dan mata kijang yang terlihat sama, MA mengaku dirinya keliru besar akibat persamaan itu. Setelah kejadian menembak R tanpa sengaja, korban yang masih punya hubungan keluarga dengan MA itu masih sadarkan diri.

“Saya tahunya korban kena tembak karena dia teriak. Dengar teriaknya itu bukan seperti binatang tapi manusia, langsung saya lari mendatanginya,” ucap pria yang merupakan warga Kecamatan Sambutan, Samarinda ini.

Setelah kejadian penembakan itu, MA sempat membantu korban dan menutup luka tembakan yang dialami. Tetapi karena luka berat dirinya membawa R kerumah sakit. Bahkan R sempat menahan agar MA tidak membawa dirinya ke rumah sakit karena takut tersangkut masalah hukum. Tetapi MA tetap pergi, dan sampai saat ini MA belum ada bertemu dengan korban.

“Saya bersyukur dia (R) sudah keluar dari rumah sakit. Alhamdulillah sudah sehat kembali. Saya juga minta maaf karena tidak sengaja,” tutup MA.

Atas perkara ini MA terancam dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 360 KUHP karena kelalaiannya sehingga menyebabkan luka berat pada korban dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Undang-Undang Darurat tahun 1951 terkait kepemilikan senpi dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top