HUKUM & KRIMINAL

Gadis 16 Tahun di Loa Kulu Dicabuli hingga Hamil Usai Minum Kopi Kecubung

Kapolsek Loa Kulu, AKP Dedy Setiawan Bersama Tersangka dan Barang Bukti di Mapolsek Loa Kulu. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pencabulan kembali terjadi di Kutai Kartanegara. Kali ini korbannya seorang gadis berumur 16 tahun di Kecamatan Loa Kulu yang berbadan dua usai disetubuhi pelaku Y (22).

Y melakukan tindakan pencabulan kepada korban setelah mencekokinya dengan buah kecubung hingga tidak sadarkan diri. Mirisnya, tindakan Y ini direkamnya menggunakan ponsel milik korban.

Keluarga korban mengetahui hal tersebut lantaran curiga kepada anaknya. Setelah mencari tahu di riwayat penyimpanan korban dan menemukan video tidak senonoh. Pelaku lantas dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Loa Kulu pada 21 April 2022.

“Alhamdulillah pada tanggal 22 April 2022 tersangka kami amankan. Dari hasil interogasi tersangka, memang tersangka sengaja memvideokan,” papar Kapolsek Loa Kulu AKP Dedy Setiawan kepada Kate.id saat rilis pers di Mapolsek Loa Kulu, Senin (25/4/2022).

Terungkap bahwa Y telah melakukan persetubuhan kepada korban berkali-kali. Hal itu dilakukannya selama tiga bulan beruntun sejak Januari mereka awal berhubungan dengan status pacaran.

“Jadi saat itu pelaku sendirian minum-minum kopi. Dan pada saat sebelum memvideo itu, tersangka memberikan kopi berisikan kecubung ke korban. Akhirnya korban teler. Alhasil dicabuli dan disetubuhi,” jelas Dedy.

Berdasarkan pengakuan tersangka, tindakannya terhadap korban adalah iseng. Karena saat bersetubuh dia juga sedang mabuk. Mengaku tidak sadar, dia mengambil ponsel milik korban dan iseng merekamnya. Sempat menghapus ke file sampah, Y lupa menghapusnya secara permanen.

Alhasil, hal tersebut menjadi barang bukti yang membuatnya mendekam di Mapolsek Loa Kulu. Dedy mengatakan dari kasus ini jajarannya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya ponsel, selimut, diska lepas berisi rekaman video tersangka berdurasi 1 menit 12 detik.

Korban kini mendapatkan pendampingan profesional dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar. Lantaran mengalami syok yang saat ini berada bersama keluarga.

“Tersangka akan kami jerat dengan Pasal 76e dan Pasal 76d juncto Pasal 82 ayat 2 juncto pasal 81 ayat 2 UURI nomor 17 tahun 2016. Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan hukuman penjara minimal 5 tahun,” tutup Dedy. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top