FILM

Sepuluh Film Indonesia yang Berjaya di Festival Internasional

Poster film dari kiri ke kanan: Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Pengabdi Setan, Sekala Niskala, Kucumbu Tubuh Indahku, Gundala.

INDUSTRI film merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus mengalami perkembangan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya film Indonesia yang berhasil menghiasi layar bioskop dan menarik perhatian banyak pecinta film di dalam maupun luar negeri.

Kualitas film Indonesia memang layak mendapat apresiasi setinggi-tingginya. Pasalnya, saat ini semakin banyak film karya sineas lokal yang dikenal, diakui, bahkan berjaya dan menyabet berbagai penghargaan di festival film internasional.

Berikut 10 film Indonesia yang berjaya di festival film internasional dalam kurun waktu 5 tahun terakhir:

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Film Indonesia yang berjaya di festival film internasional pertama adalah Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak. Berlatar di Pulau Sumba, film Indonesia satu ini berhasil meraih banyak penghargaan dalam ajang festival film internasional. Di antaranya dalam Festival Film Sitges, Tokyo FILMeX, Asia-Pacific Film Festival, Five Flavours Asian Film Festival, hingga QCinema International Film Festival.

Pengabdi Setan (2017)

Selanjutnya adalah film karya Joko Anwar yang juga turut masuk ke dalam jajaran film Indonesia yang sukses di dalam dan luar negeri. Memiliki cerita yang mencekam dan mendebarkan, Pengabdi Setan berhasil meraih predikat “Film Horor Terbaik” di Toronto After Dark Film Festival dan Overlook Film Festival.

Kucumbu Tubuh Indahku (2018)

Film Kucumbu Tubuh Indahku juga sukses dan disambut positif oleh pecinta film di luar negeri. Film karya Garin Nugroho ini berhasil meraih banyak penghargaan dalam ajang festival film internasional. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih film Kucumbu Tubuh Indahku antara lain Venice Independent Film Critic 2018, Asia Pacific Screen Awards 2018 kategori “Cultural Diversity Award”, dan “Best Picture” dari International Cinephile Awards 2019.

Sekala Niskala (2018)

Bercerita tentang dua anak kembar yang menyentuh hati, tidak heran jika Sekala Niskala disambut positif oleh pecinta film di dalam dan luar negeri. Salah satu film karya Kamila Andini ini berhasil menyabet penghargaan “Best Feature” dalam Asia Pacific Screen Awards dan Tokyo FILMeX 2017. Sekala Niskala juga berhasil meraih penghargaan kategori “International Feature Fiction Competition” dalam Adelaide International FIlm Festival 2018 di Australia.

Gundala (2019)

Berikutnya, film bertema superhero lokal ini turut berhasil meramaikan jajaran film Indonesia yang berjaya di kancah internasional. Film karya Joko Anwar ini tayang pada program “Midnight Madness” di Toronto International Film Festival 2019. Selain itu, Gundala juga diputar di Paris International Fantastic Film Festival (PIFFF) 2019.

Empty modern cinema with blank white screen

Yuni (2021)

Film Indonesia yang juga berhasil melebarkan sayap di pasar internasional adalah Yuni karya sutradara Kamila Andini. Film berdurasi 1 jam 35 menit ini menceritakan tentang sosok remaja perempuan yang berjuang meraih mimpinya. Dikemas dengan sangat apik, Yuni berhasil meraih penghargaan “Platform Prize” dalam Festival Film International Toronto 2021. Selain itu, Yuni juga tayang perdana di Festival Film International Busan 2021.

Penyalin Cahaya (2021)

Masih tergolong baru, Penyalin Cahaya termasuk salah satu film Indonesia yang kualitasnya dan patut diapresiasi tinggi. Tidak sekadar mendapatkan banyak pengakuan di dalam negeri, film karya Wregas Bhanuteja ini juga mendapat respons positif dari pecinta film luar negeri. Hal ini turut membawa Penyalin Cahaya tayang dalam helatan Festival Film Internasional Busan 2021 di Korea Selatan.

Laut Memanggilku (2021)

Disutradarai oleh Tumpal Tampubolon, Laut Memanggilku bercerita tentang anak nelayan yang menemukan sebuah boneka di pantai dan menjadikannya sebagai teman sekaligus pengganti orangtua. Termasuk dalam kategori film pendek, Laut Memanggilku berhasil meraih penghargaan internasional, seperti Sonje Award dalam ajang Festival Film International Busan 2021 sebagai “Film Pendek Terbaik”.

Dear To Me (2021)

Dear To Me turut meramaikan daftar film Indonesia yang berjaya di festival film internasional. Film pendek karya Monica Vanesa Tedja ini diputar dalam festival Film Internasional Locarno dalam seksi “Open Door Screenings” pada Agustus 2021. Meskipun awalnya hanya sebagai tugas akhir Monica, Dear To Me berhasil meraih penghargaan dalam First Step Awards 2021 sebagai “Best Shot and Animated Film”.

Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021)

Satu lagi film Indonesia yang berjaya di pasar internasional adalah Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Film lokal garapan sutradara Edwin ini berhasil mengemas isu-isu sensitif, seperti maskulinitas toksik, kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan kekuasaan dengan sangat apik.

Berdurasi 114 menit, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berhasil menyabet penghargaan dari “Golden Leopard” kategori kompetisi internasional (Concorso Internazionale) dalam Festival Film Internasional Locarno 2021. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top