METROPOLIS

Pembenahan Infrastruktur Konektivitas di Kutai Kartanegara Meliputi Seluruh Desa secara Bertahap

Kabid TIK Diskominfo Kukar, Eri Haryono saat Ditemui Kate.id di Ruang Kerjanya. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) telah melaksanakan pembenahan infrastruktur konektivitas di desa-desa blank spot. Sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo dan Visi Misi Kukar Idaman 2021-2026 Bupati Kukar, Edi Damansyah dan Wabup Kukar, Rendi Solihin dalam Program Pemantapan Konektivitas Kukar.

Program ini telah dianggarkan sebanyak Rp 3 Miliar dari APBD 2022. Seperti yang disampaikan Kepala Bidang Teknologi dan Informatika (TIK) Diskominfo Kukar Eri Haryono, program ini memprioritaskan 13 Desa khusus untuk tahun ini. Dengan adanya jaringan kepada empat desa seperti yang diwartakan sebelumnya, Eri katakan kemungkinan bertambahnya data bagi desa lain masih ada.

“Pasti ada tambahan desa. Umpama kami anggarkan sepuluh desa, ternyata yang penanganan tahun ini sisa sembilan desa,” beber Eri saat ditemui Kate.id di ruang kerjanya, Kamis (10/3/2022) sore tadi.

Eri menyebut sisa sembilan desa yang dijadikan prioritas tersebut masih belum memiliki tower ataupun jaringan sama sekali. Sehingga menjadi alasan untuk diprioritaskan tahun ini. Tetapi untuk target, Eri belum bisa pastikan tepat kapan selesainya.

“Karena informasi dan data-data masih kami kumpulkan dan koordinasi. Kami maunya sudah ada persetujuan dari operator seluler. Karena jangan sampai itu sudah dibangun, operatornya tidak mau pasang di situ. Jangan sampai tidak termanfaatkan,” jelasnya.

Untuk anggaran Rp 3 Miliar itu, Eri merincikan khusus untuk pemasangan repeater. Repeater sendiri merupakan penguat sinyal yang akan dipasang di tower masing-masing desa blank spot, dengan mengeluarkan Rp 300 Juta per titiknya.

“Kalau sembilan desa tersebut, tahun ini sudah berjalan, tugas kami yang di RPJMD sudah selesai. Kami bisa beralih ke desa-desa lain yang lemah, tetapi tergantung kebijakan pimpinan. Karena kami harus berjalan dengan perencanaan yang ada,” ucap Eri.

Karena, lanjut Eri, sudah ada masukan beserta komplain dari masyarakat. Seperti beberapa saat yang lalu, dia bercerita ada seorang warga dari Kecamatan Kenohan datang ke kantornya. Dan komplain bahwa daerahnya masih belum dapat jaringan secara maksimal.

Sama halnya saat Kate.id mendapat masukan dari seorang pembaca yang merupakan seorang warga Desa Tanjung Batu, Kecamatan Tenggarong Seberang yang belum mendapatkan jaringan maksimal. Eri pastikan bahwa itu semua dicatat dan diterima oleh Diskominfo Kukar.

“Kami bisanya hanya menerima. Yang penting terima dan mencatat. Karena kami harus sesuai apa yang sudah ditetapkan. Tetapi tidak menutup kemungkinan desa lain juga nantinya akan dapat. Tetapi secara bertahap, tidak sekaligus. Ini prosesnya luar biasa dan panjang,” tuturnya.

Eri sampaikan apabila tahun depan masih ada sisa anggaran APBD untuk blank spot, Akan diarahkan untuk beberapa daerah yang lemah jaringan. Tentunya dengan tetap mengikuti arahan dari atasannya.

“Apalagi ini IKN, beberapa kali rapat. Terakhir diminta untuk kecamatan sekeliling IKN, Loa Kulu, Samboja, Muara Jawa dan Loa Janan. Itu pasti jadi fokus,” tutup Eri. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top