HUKUM & KRIMINAL

Polresta Samarinda Gagalkan Peredaran Belasan Kilogram Sabu-Sabu

Jajaran Reskoba Polresta Samarinda amankan pelaku pengedar sabu-sabu. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Jajaran Reskoba Polresta Samarinda berhasil mengamankan dua orang inisial RD (22) dan RS (35). Lantaran keduanya kedapatan menyimpan barang haram berupa sabu-sabu sebanyak 16,8 kilogram.

Dalam keterangan resminya di halaman Polresta Samarinda, Kapolresta Kombes Pol Ary Fadi mengungkap jika penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat. Kedua pelaku berhasil ditangkap di perumahan Pandan Wangi, Blok L Nomor 38 Jalan AW Sjahranie, Samarinda pada Rabu malam (16/2/2022).

Diperkirakan sabu-sabu ini berasal dari wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel). Pasalnya salah satu pelaku mengaku telah ditunjuk untuk menerima dan mengedarkan di Samarinda. Selain sabu-sabu, kedua pelaku juga berencana mengedarkan 25 gram ekstasi.

“Barang haram tersebut di
kirim oleh pemiliknya dari Banjarmasin menggunakan jasa kurir. Oleh pemilik kurir tersebut diupah Rp 10 juta dalam satu kali pengiriman,” ujar Ary saat menggelar jumpa pers, Jumat (18/2/2022).

“Mereka ini masih menunggu arahan selanjutnya dari otak atau pemilik barang ini. Karena yang kamk amankan ini adalah rekrutmen dari pemiliknya. Sedangkan pemilik sabu-sabu kini masih kami lakukan pengejaran,” timpalnya.

Disebut Ary, jaringan narkotika yang diamankan ini merupakan jaringan yang sebelumnya telah terungkap dan memiliki keterkaitan. Bahkan dari hasil pengembangan, diketahui jaringan digerakan di dalam lapas wilayah Kalsel.

Lebih lanjut, pelaku RD dan RS kini telah diamankan di Polresta Samarinda beserta barang bukti, keduanya di jerat Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 112 Ayat (2) dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara.

“Untuk markas mereka ini selalu berpindah-pindah. Yang pasti kita akan memperketat jalur masuk terkhusus di Samarinda. Karena banyak jalur sungai yang bisa ditembus juga kita juga akan memperluas jaringan serta kerja sama dari masyarakat,” pungkasnya. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top