POLITIK

DPRD dan Pemprov Kaltim Sahkan APBD 2022 Senilai Rp 11,50 Triliun

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Menjelang penghujung 2021, DPRD bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp 11,50 Triliun. Nilai tersebut disetujui bersama pada rapat paripurna ke-32 DPRD Kaltim di lantai 6 Gedung D, Kantor DPRD Kaltim pada Selasa (30/11/2021).

Atas disahkannya APBD TA 2022, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK mengimbau agar program infrastruktur di Benua Etam harus diprioritaskan. Selain itu, Makmur juga menaruh perhatian terhadap pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 49 tahun 2020 tentang Bantuan Keuangan. Mantan Bupati Berau itu meminta agar peraturan tersebut ditinjau kembali.

“DPRD Kaltim menilai dalam Pergub tersebut ada beberapa komponen yang menjadi penghambat pembangunan,” ungkap Makmur saat ditemui.

Kendati demikian, dia bersyukur atas disahkannya APBD Kaltim TA 2022 ini. Secara keseluruhan Makmur mendorong beberapa sektor tetap diprioritaskan dalam pembangunan. Utamanya program yang langsung menyentuh masyarakat. “Harus dimasukkan program prioritas. Seperti pendidikan dan kesehatan jadi hal mutlak dan tak bisa dipermainkan,” jelasnya lagi.

Pada kesempatan serupa, Sekdaprov Kaltim HM Sa’bani mengaku penetapan nilai APBD Kaltim TA 2022 sudah sesuai. Sebab selama proses pembahasan, memang nominal tersebut juga telah disepakati berdasarkan pembahasan sebelumnya.

“Sudah disepakati dengan yang kami sampaikan waktu itu. Nilainya enggak bertambah lagi. Secara umum pendapatan sekira Rp 10,86 Triliun. Belanja sekira Rp 11,5 Triliun. Defisit ditutupi dengan pembiayaan sekitar Rp 638 Miliar. Kemudian pembiayaan untuk belanja modal itu sekitar Rp 236 Miliar, sehingga pembiayaan totalnya Rp 876 Miliar,” paparnya.

Lebih mendalam, menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada APBD TA 2022, mantan Kepala Bappeda Kaltim itu mengaku nominalnya bertambah dari tahun 2021. Namun menyangkut dana transfer dari pusat, Kaltim masih menerima di bawah 60 persen dari total keseluruhan dana yang harus disalurkan.

“Sudah terpakai Silpa untuk membayar belanja yang kami lakukan. Jadi pendapatan akhir itu sudah habis. Itu sementara yang masuk ke kas daerah ya. Kami masih menunggu transfer berikutnya,” harap Sa’bani. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top