METROPOLIS

Wakili Kalimantan, SMAN 2 Tenggarong Jadi Pembuka Proyek Presisi Kemendikbudristek

Pelaksanaan Presentasi Hasil Akhir Projek Presisi SMA Negeri 2 Tengarong. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perwakilan dari Kalimantan sebagai sekolah yang mengikuti Program Penguatan Karakter Siswa Mandiri Melalui Kreasi Seni (Presisi) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Sabtu (27/11/2021) siang, dilaksanakan presentasi hasil akhir di aula SMA Negeri 2 Tenggarong bertema “Dengan Presisi Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Melalui Bakat dan Minat Siswa.”

Tri Andi Yuniarso selaku Staf Disdikbud Kukar Bidang Kebudayaan, Seksi Pembinaan Kesenian, Bahasa dan Sastra Daerah menyebutkan, proyek Presisi di Kukar ini telah diikuti sepuluh sekolah di Kukar, sebagai satu-satunya dari Kalimantan mulai jenjang SMP sampai SMA.

“Dan hari ini pertama dibuka di SMA Negeri 2 Tenggarong. Kemudian disusul sekolah lain sampai beberapa pekan ke depan untuk menampilkan presentasi hasil akhir proyek Presisi mereka masing-masing,” tuturnya.

Tim Perumus Presisi dari organisasi Gudskull Wahyudi mengungkapkan, tujuan program ini untuk mentransformasi peran guru di dalam pembelajaran. Apalagi dalam masa pandemi dan terus bergulirnya zaman membuat perlunya transformasi peran guru, dari yang sebelumnya hanya jadi sumber belajar. Sehingga ketika ada siswa yang suka dan tertarik dengan suatu kompetensi, tetapi tidak sama kompetensinya dengan guru.

“Jadi diharapkan sebagai guru untuk tidak memotong itu. Tetapi beralih fungsinya dari sumber belajar menjadi fasilitator untuk anak itu. Lebih tepatnya beralih fungsi menjadi penyedia fasilitas dan mentor untuk anak itu,” terang Wahyudi.

Disebutkan, Kukar menjadi perwakilan Kalimantan melalui berbagai pertimbangan. Karena target dari pusat Kemendikbudristek di bawah Direktorat Pengembangan Dan Pemanfaatan Kebudayaan (Direktorat PPK) ingin mengkoneksikan dengan jalur rempah, dengan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) dan Direktorat Perlindungan Kebudayaan (DPK). Kebetulan Kukar menjadi salah satu yang ada kriterianya dan juga melakukan gerakan seniman mengajar.

“Setelah hasil akhir, itu akan kami kembalikan ke pihak sekolah. Kami inginnya semacam getok tular saja, ketika Presisi ini merasa penting dan bermanfaat bagi sekolah, silakan saja, karena ini bukan milik kami untuk keberlanjutannya,” sebut Wahyudi.

“Silakan sekolah menyiasati dan menyesuaikannya, karena tentunya mereka lebih paham. Karena belum tentu Presisi ini harus persis sama seperti SMA Negeri 2 Tenggarong. Bisa saja diadaptasi dan disesuaikan bentuknya,” tambah Wahyudi.

Apabila SMA Negeri 2 Tenggarong ini berhasil melakukan getok tular dan sudah bisa berjalan, pihaknya sudah bisa meninggalkan Kukar dan pindah ke tempat lain yang belum dikenalkan projek Presisi. “Pentingnya lagi kami mendelegasikan secara modul ke fasilitator setiap kota, dan fasilitator ini lebih bisa lagi menyebarkan. Jadi tidak berhenti di kami saja, mereka bisa mendistribusikan ke sekolah-sekolah lain,” tutupnya.

Untuk SMA Negeri 2 Tenggarong sendiri telah mempersiapkan proyek Presisi ini selama 4 Bulan. Dengan bantuan dan pembinaan dari para guru kepada murid. Siswa dan siswi menunjukkan presentasi mereka masing-masing yang beragam mulai dari seni tari, seni rupa sampai ke akademik dan forum diskusi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tenggarong Suja’i menyatakan, pihaknya menyambut baik proyek ini karena dianggap penuh manfaat. Khususnya untuk mengeksplorasi kemampuan diri anak.

“Untuk apa tujuan mengeksplorasi itu adalah untuk mencari jati dirinya. Dan saya sebagai kepala sekolah di sini sangat membuka lebar kesempatan itu. Anak-anak, guru-guru, semua yang terkait di sini, silahkan mengembangkan diri tanpa harus berpikir,” tegasnya.

Pada proyek Presisi ini Suja’i juga memadukan konsep manajemennya untuk para peserta. Yaitu 3P, akronim untuk Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi. “Oleh karena cara itu, saya sangat care terhadap Presisi ini. Mencoba melibatkan semua guru supaya mereka bisa menggali diri mereka dalam memberikan kepada anak-anak muridnya. Jadi merdeka belajar dan merdeka mengajar itu ada di proyek Presisi ini,” pungkasnya. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top