POLITIK

Wakil Rakyat Dorong Pemprov Kaltim Bentuk Tim Investigasi Pencemaran Sungai Santan

Ketua Fraksi PAN DPRD Kaltim Baharuddin Demmu. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kaltim Baharuddin Demmu mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim segera membentuk tim investigasi kasus pencemaran Sungai Santan yang terletak di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Sungai yang menjadi sumber mata air di tiga desa yakni Santan Tengah, Santan Ilir, dan Santan Ulu tersebut diduga tercemar oleh aktivitas salah satu perusahaan pertambangan. Bahkan akibat kerusakan sungai itu, beberapa bulan belakangan kondisi di tiga desa tersebut dilanda banjir.

Alhasil Bahar yang juga mantan aktivis Jatam tersebut mendorong Pemprov Kaltim melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Minerba (ESDM) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera melakukan investigasi terhadap kasus pencemaran sungai Santan.

“Tuduhan-tuduhan itu harus dibuktikan. Kalau perusahaan merasa tidak melakukan hal itu (pencemaran) ya buktikan. Persoalan ini harus diseriusin. Banjir berminggu-minggu itu kita duga dari perusahaan karena terjadi pendangkalan sungai,” terang Bahar saat berbincang, Selasa (23/11/2021).

Apabila hasil investigasi pemerintah terbukti sungai Santan tercemar akibat aktivitas perusahaan, Bahar meminta agar perusahaan tersebut dikenakan sanksi. Oleh karenanya, dia berharap tim investigasi nanti benar-benar bekerja serta tidak berpihak ke perusahaan yang bersangkutan.

“Kalau misalnya izin pertambangan kewenangan pusat ya hasilnya nanti dilaporkan di pusat. Pemprov jangan diam dan jangan sampai lepas tangan lagi,” tegasnya lagi.

Sebelumnya, sejumlah aktivis dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim, menggelar aksi kreatif di Kantor Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK) Kalimantan seksi Wilayah II, di Jalan Teuku Umar, Samarinda.

Terlihat, aktivis Jatam Kaltim menyuarakan penyelamatan Sungai Santan-Palakan dari dampak aktivitas salah satu perusahaan pertambangan. Para aktivis tampak mengenakan kostum dari pelbagai hewan laut yang menopang kehidupan warga pesisir di wilayah Santan tersebut. Kostum itu memberikan tanda bahwa kerusakan telah menghilangkan sebagain besar penghidupan masyarakat.

Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang mengatakan, aksi kreatif ini merupakan upaya Jatam Kaltim untuk mendesak BPPHLHK melakukan pemeriksaan lapangan dan memberikan sanksi kepada perusahaan.

“Jatam Kaltim menduga perusahaan telah melakukan sejumlah pelanggaran lingkungan hidup di Sungai Palakan-Santan Kukar,” ujar Pradarma Rupang dalam keterangan resminya. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top