METROPOLIS

Raperbup RDTR Tenggarong Diharapkan Bikin Pembangunan Kutai Kartanegara Lebih Terarah

Bupati Kukar Edi Damansyah (berpeci) pada rapat koordinasi pembahasan Raperbup beberapa kabupaten yang dipimpin oleh Plt Dirjen Tata Ruang Abdul Kamarzuki, di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place SCBD Jakarta, Senin (22/11/2021). (Foto: Humas Kukar)

JAKARTA, Kate.id – Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Tenggarong diharapkan menjadikan program pembangunan lebih terarah. Selain itu juga bisa mempermudah investasi masuk ke perkotaan Tenggarong.

Hal ini disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah saat memberikan paparan tentang lintas sektor rencana detail tata ruang kawasan perkotaan Tenggarong Tahun 2021-2024 pada rapat koordinasi pembahasan Raperbup beberapa kabupaten yang dipimpin oleh Plt Dirjen Tata Ruang Abdul Kamarzuki, di The Ritz Carlton Hotel Pacific Place SCBD Jakarta, Senin (22/11/2021).

Orang nomor satu di Kota Raja itu menyampaikan, penataan wilayah perencanaan Tenggarong bertujuan untuk mewujudkan perkotaan Tenggarong sebagai pusat pemerintahan Kabupaten, pusat perdagangan, jasa dan pariwisata regional yang maju, mandiri. Yang didukung penyediaan prasarana sarana pelayanan yang memadai dan mendukung pelestarian lingkungan, nilai sejarah dan budaya masyarakat setempat.

Edi berharap melalui forum lintas sektor agar segera terbit persetujuan substansi rancangan peraturan kepala daerah tentang RDTR perkotaan Tenggarong itu.

“Masyarakat dan Pemda sangat berkeinginan agar (rancangan, red) Perkada RDTR kawasan perkotaan Tenggarong dapat segera menjadi Perkada. Sehingga ada panduan dan kepastian hukum dalam pembangunan,” sebutnya.

“Terutama melalui RDTR dengan program Online Single Submission (OSS) dan perkotaan Tenggarong siap menerima investasi melalui RDTR,” tambahnya.

Edi memaparkan, Kukar merupakan bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Karenanya perkotaan Tenggarong memiliki peran strategis sebagai kota penyebar kegiatan ekonomi wilayah Kukar. Berbagai macam daya tarik wisata yang dimiliki perkotaan Tenggarong menjadi tujuan utama masyarakat Kukar untuk berekreasi dan mencari hiburan.

Kemudian, pemanfaatan lahan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam yang memiliki kemiringan datar sampai landai dengan curah hujan tinggi dan penyebaran merata sepanjang tahun cocok untuk pengembangan perikanan, pertanian, tanaman pangan dan perkebunan. Perubahan penggunaan lahan yang cepat diakibatkan pertumbuhan penduduk yang pesat. Perubahan fasilitas umum di kawasan perkotaan juga mempengaruhi arah pergerakan baik secara transportasi, penduduk dan perubahan penggunaan lahan.

“Adapun perubahan fasilitas umum itu yaitu, RSU AM Parikesit dipindah ke Tenggarong Seberang, eks RSU AM Parikesit menjadi fasilitas rehabilitasi kementerian HAM,” beber Edi. (lan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top