POLITIK

Ketua DPRD Kutai Kartanegara Harap BBI Perjiwa Dibenahi dan Ditata Kembali

Peninjauan BBI Perjiwa Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid (tengah bertopi) bersama Kepala DKP Kukar Muslik. (Foto: Dan/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Belum lama ini Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid meninjau Balai Benih Ikan (BBI) Perjiwa. BBI ini merupakan milik Pemkab Kukar yang berlokasi di Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Rasid menyayangkan kondisi BBI saat ini yang terlihat terbengkalai. Karenanya dia berharap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar segera melakukan pembenahan dan penataan BBI Perjiwa.

Hal ini mengingat BBI merupakan aset Pemkab Kukar, sangat sayang jika terkesan terbengkalai dalam pengelolaannya.

“Silahkan DKP ajukan perencanaan penataan BBI Perjiwa, nantinya DPRD Kukar akan mendukung penuh program tersebut,” sebut Rasid.

Kepala DKP Kukar Muslik mengakui, akan melakukan pembenahan di BBI Perjiwa. “BBI Perjiwa akan dilakukan penataan,” tegasnys di hadapan Abdul Rasid.

Muslik merencanakan penataan BBI meliputi penataan infrastruktur seperti kolam ikan yang tersedia, akan ada perbaikan secara totalitas. Dan tidak lupa juga penataan SDM pengelolanya.

“Kalau untuk SDM akan dilakukan penyegaran, dari yang sebelumnya,” sebutnya.

Muslik menyatakan jika BBI Perjiwa dikelola secara maksimal, bisa menjadi tempat pendidikan dan pelatihan ilmu perikanan yang menjanjikan. Mampu mendatangkan pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Penataan akan dimulai tahun depan, ” ucapnya.

Penataan kolam meliputi perbaikan kolam, karena diakui beberapa kolam mengalami kebocoran. Dan sudah dilakukan dengan metode pemasangan terpal khusus kolam ikan yang tebal.

“Sudah kami pasang terpal, masih bocor juga. Kemungkinan akan kami cor lagi,” terangnya.

Muslik mendeteksi kerusakan beberapa kolam, akibat tidak bisa menahan air Sungai Mahakam ketika pasang, maka akan dilakukan metode lainnya. Selain pembenahan sarana, pembenahan di sumber daya manusia (SDM) juga akan dilakukan penataan.

“Kalau kegiatan budi dayanya berjalan saja, walau kapasitasnya belum banyak, ” sebutnya.

Muslik bercerita, sejak dua tahun terakhir PAD dari BBI Perjiwa sangat minim, sedangkan sejarahnya pernah tembus Rp 75 juta per tahun. Ini akan dikembalikan lagi secara perlahan-lahan.

“Untuk awalnya kita bisa dapat Rp 50 juta lagi,” jelasnya.

Selama ini, sebetulnya BBI Perjiwa banyak dikunjungi mahasiswa luar Kukar yang ingin belajar pembenihan ikan. Bukan hanya mahasiswa, dari berbagai kalangan umum juga melakukan pembelajaran benih ikan di BBI.

“BBI Perjiwa mulai berdiri sekitar tahun 60-an. BBI akan dimaksimalkan lagi sebagai tempat diklat perikanan yang profesional, ” pungkasnya. (dan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top