POLITIK

Edi Damansyah Jabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara Periode 2019-2024

Edi Damansyah (tengah, masker merah berpeci) Selaku Ketua DPC PDIP Kukar Bersama Para Kader usai Rapat Konsolidasi. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Mulai Sabtu (20/11/2021) Edi Damansyah resmi menjabat Ketua Dewan Pemimpin Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kutai Kartanegara (Kukar) masa bakti 2019-2024.

Penetapan ini dilaksanakan saat Rapat Konsolidasi di Gedung PDIP Kukar, Tenggarong. Edi yang juga Bupati Kukar menerima Surat Keputusan (SK) ketetapannya sebagai Ketua DPC PDIP Kukar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), membebastugaskan Solikin, Ketua DPC PDIP Kukar sebelumnya.

Pada rapat ini Edi menyampaikan terima kasihnya kepada pengurus DPP PDIP beserta jajaran. Karena sudah memberikan kepercayaan kepada untuk menjalankan amanah sebagai Ketua DPC PDIP.

“Secara khusus pada kesempatan hari ini dari hati lubuk saya terdalam, saya harap dalam proses ini tidak ada pihak-pihak, sahabat, teman dekat saya yang merasa tersakiti atau merasa dilengserkan. Karena proses ini memang sudah melalui mekanisme dan diskusi-diskusi di DPC PDIP Kukar,” ungkap Edi.

Dia tidak ingin PDIP di Kukar yang saat ini sudah mendapat amanah dari masyarakat terlihat bahwa tidak bisa menunjukkan kekompakan, persatuan dan kesatuan.

“Jadi penting kami sampaikan karena isu-isu yang berkembang, yang berupaya mempengaruhi para kader kami baik di tingkat kabupaten, kecamatan dan Kaltim, bahwa Edi Damansyah berupaya merebut kepemimpinan DPC PDIP Kukar. Saya luruskan pada kesempatan ini bahwa isu ini tidak benar,” jelasnya.

Edi sampaikan kepada seluruh Kader di PDIP Kukar siapapun yang memimpin DPC PDIP Kukar bisa datang dan pergi. “Itu adalah proses yang alami dalam suatu organisasi, ketua DPC boleh berganti, tetapi kadernya harus sehidup semati. Untuk itu saya minta loyalitas kader PDIP Kukar bukan kepada pribadi atau kepada Ketua DPC, tetapi kepada partai PDIP,” ucapnya.

Orang nomor satu di Kukar ini mengajak semua kader PDIP untuk terus satukan diri, terus menguatkan. Karena perbedaan maupun persaingan pasti terjadi dan itulah dinamika kehidupan berpolitik.

“Tetapi saya berharap perbedaan yang terjadi di internal itu harus bisa kita musyawarahkan sebaik-baiknya. Kita harus punya jiwa besar dan mengedepankan kepentingan partai kita, partai PDIP,” tegasnya.

Sementara itu Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin yang hadir secara virtual mengatakan bahwa pergantian Ketua DPC itu lumrah terjadi dan hal biasa dalam organisasi. Karena PDIP selalu mengantisipasi perkembangan situasi di tengah-tengah masyarakat dan harus mengikuti dinamika.

“Kalau kita lihat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita itu luar biasa, kita akan menghadapi 40 sampai 50 persen pemilih pemula pada 2024, jadi pergantian ini sebagai penyegaran, sebagai organisasi yg dinamis selalu mengikuti perkembangan situasi yang ada,” ujar Safaruddin.

Ia mengatakan bahwa ditengah-tengah masyarakat selalu terjadi suatu perkembangan, waktu ke waktu itu punya gaya hidup berkembang, permintaan masyarakat pun juga berkembang, oleh karena itu partai harus melakukan perkembangan, sesuai dengan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, oleh karena itu maka kita melakukan suatu rotasi sehingga hal ini menjadi dinamika yang terjadi di dalam oganisasi.

“Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ketua DPC yang lama beserta pengurus-pengurusnya. Karena sudah berbuat maksimal untuk kemajuan PDIP Kukar, yang sudah bisa meningkatkan jumlah anggota DPRD di Kukar, kemudian memenangkan Edi Damansyah menjadi Bupati Kukar,” urainya.

“Untuk Pak Edi saya harapkan konsolidasi partai dapat terus dilanjutkan dan di-update sehingga ke depan kita bisa bekerja secara maksimal,” tutup Safaruddin. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top