KESEHATAN

Waspadai Microsleep, Tidur Ringan yang Bisa Membahayakan Nyawa

Ilustrasi. (Foto: UPMC Healthbeat)

KECELAKAAN yang menewaskan selebritis Vanessa Angel dan suaminya diduga akibat sopir mengantuk dan mengalami microsleep saat mengemudi. Microsleep adalah salah satu jenis gangguan tidur. Sama seperti namanya, microsleep adalah tidur ringan yang terjadi dalam durasi singkat, biasanya sekitar 5-10 detik saja.

Meskipun singkat, jika microsleep terjadi saat Anda sedang melakukan aktivitas penting seperti berkendara, tentu bisa menimbulkan dampak berbahaya. Bayangkan saja jika seseorang berkendara dalam kecepatan 90 km/jam dan kemudian microsleep menyerang selama lima detik. Dalam rentang waktu singkat tersebut, mobil bisa melaju tanpa kendali hingga 125 meter.

Tentu hal tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan. Terlebih, orang yang terserang microsleep umumnya tidak sadar jika ia tertidur sejenak.

Bukan hanya itu, microsleep juga bisa membuat Anda kehilangan fokus. Dalam beberapa kasus, microsleep bahkan dapat membuat seseorang tidak mampu mengingat kejadian 1-2 menit sebelumnya. Serangan microsleep pun sering kali membuat seseorang menjatuhkan benda yang sedang dipegang.

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa terserang microsleep. Orang yang memiliki riwayat gangguan tidur seperti insomnia atau apnea tidur lebih berisiko terserang microsleep saat beraktivitas. Sebab, penurunan kualitas dan kuantitas waktu tidur bisa menyebabkan penurunan kerja otak pada siang hari.

Salah satu penyebab microsleep adalah kurang tidur. Orang dewasa disarankan untuk tidur setidaknya tujuh jam pada malam hari. Durasi waktu yang kurang dapat membuat kinerja otak menurun sehingga terjadilah microsleep.

Microsleep pun rentan terjadi pada orang yang memiliki pola tidur tidak biasa. Misalnya, tidur pada siang hari dan terjaga pada malam hari karena waktu shift kerja. Transisi dari pola tidur normal ke pola tidur tersebut berpotensi memicu microsleep.

Microsleep adalah kondisi yang bisa sangat membahayakan keselamatan berkendara. Karenanya, untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dicoba, yaitu selalu penuhi kebutuhan tidur. Tubuh orang dewasa memerlukan tidur setidaknya 7-9 jam dalam satu hari. Jika memang Anda merasa kurang tidur, sebaiknya jangan mengemudi dulu.

Sebelum berkendara, lakukan stretching atau peregangan ringan agar badan tidak cepat merasa lelah saat mengemudi nanti. Ambil jeda istirahat saat perjalanan jauh. Manfaatkan fasilitas rest area yang ada di sepanjang jalan untuk beristirahat.

Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti kopi. Beri jeda waktu antara mengonsumsi kafein dan berkendara. Minuman berkafein seperti kopi biasanya baru menimbulkan efek sekitar 30 menit setelah dikonsumsi.

Cobalah untuk mendengarkan lagu favorit atau siaran radio saat berkendara. Anda juga bisa mengobrol dengan teman atau keluarga di mobil untuk mengurangi kantuk. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top