METROPOLIS

Gelar Rembuk, Pemkab Kutai Kartanegara Optimistis Turunkan Angka Stunting

Suasana Rembuk Stunting Kukar. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) optimistis menurunkan angka stunting di seluruh wilayahnya. Sebagaimana diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono dalam Rembuk Stunting yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kukar, beberapa waktu lalu.

Dalam rembuk di RSUD AM Parikesit itu, Sunggono yang juga Kepala Tim Koordinasi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) menerangkan, angka stunting di Kukar menunjukkan tren penurunan yang positif dan signifikan. Karena pada 2016 ada 37,1 persen, menurun sampai 16,8 persen di 2020. Angka itu berdasarkan data sekira seribu hari pertama kehidupan (HPK) yang dilaporkan dan dari jumlah bayi anak dalam kandungan yang ada di Kukar.

Lebih lanjut Sunggono menyampaikan presentasinya tentang Program Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting. Seperti penetapan lokus intervensi, mencakup seluruh keluarga di 21 desa dan kecamatan di Kukar, yang akan selalu dikoordinasikan dan disinergikan bersama pusat sesuai kewenangan yang diberi masing-masing ke kecamatan, desa, dan kelurahan.

Untuk menyesuaikan target nasional, Pemkab optimistis angka stunting turun sampai 14 persen. Sunggono berharap dapat mencapai target nasional itu dengan desa-desa yang telah dicakup. Untuk 2022 saja nanti bisa turun sampai 15 persen, karena stunting itu dihimpun dari yang sudah lahir sampai ke balita di bawah lima tahun.

“Insyaallah, meskipun banyak keterbatasan di tahun ini khususnya karena pandemi, sehingga upaya yang kami lakukan di tahun 2020 tidak semua bisa diadopsi, dilaksanakan tahun ini. Tetapi kami tetap optimistis, karena memang di antara yang sudah kami lakukan, sudah menyasar desa lokus yang menjadi target penanganan di tahun 2021,” urai Sunggono.

Hadir dalam rembuk itu instansi terkait, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan juga beberapa kepala desa dan camat terkait. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top