KESEHATAN

Dokter Yuli Ungkap Pentingnya Pencegahan Stunting bagi Masyarakat Kutai Kartanegara

Plt Direktur RSUD AM Parikesit dr Martina Yulianti. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Kepala Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara (Kukar) sekaligus Plt Direktur RSUD AM Parikesit Tenggarong dr Martina Yulianti mengungkapkan pentingnya penanganan stunting. Hal ini terkait tingginya angka stunting atau permasalahan gizi di Kukar yang terus diupayakan untuk turun.

Perempuan yang karib disapa Dokter Yuli ini mengungkapkan, stunting dalam penjelasan medis adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga berakibat gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

Karenanya Tim Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) yang terdiri dari organisasi perangkat daerah (ODP) tertentu telah berusaha melakukan pengurangan angka stunting di Kukar.

Dijelaskan, KP2S terdiri dari bermacam-macam OPD. Meliputi Bappeda, Dinas Kesehatan, Kominfo, Dinas Perikanan, KB dan Perlindungan Anak. Semua OPD tersebut punya program untuk pelayanan dasar sendiri, seperti pemberdayaan perlindungan anak, bina keluarga balita, hingga bina keluarga remaja.

Semua program itu memiliki sasaran yaitu seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk ibu hamil dan anak dua tahun, dan kini ditambah remaja.

“Karena remaja akan hamil, dia harus sehat. Jadi saat remaja, jangan sampai kurang zat besi, nanti bisa anemia, kalau minum obat penambah zat besi itu untuk ibunya (dirinya) bukan anaknya, nanti kekurangan,” beber Yulianti.

Oleh karena itu maka disiapkan mulai sekarang dari remaja. Yaitu diintervensi kecukupan gizinya agar baik.

“Sehingga ketika dia hamil, bayinya dalam kondisi baik ketika dikandung, bukan hanya menjelang kehamilan saja,” tutupnya. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top