METROPOLIS

Klinik WPM Kutai Kartanegara Siap Bina Pemuda Penyandang Disabilitas

Kabid Kewirausahaan Kepemudaaan dan Kepramukaan Dispora Kukar Aji Ali Husni. (Foto: Elmo/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) Kutai Kartanegara (Kukar) siap memperluas cakupan pembinaan dan pelatihannya pada para pemuda penyandang disabilitas. Setelah sebelumnya klinik kewirausahaan ini telah membina 1.257 pemuda Kukar dalam merintis usaha.

Hal ini diungkapkan Kabid Kewirausahaan Kepemudaaan dan Kepramukaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar Aji Ali Husni saat menghadiri Kuliah Penumbuhan Minat Kewirausahaan Pemuda di Hotel Grand Fatma Tenggarong, Selasa (26/10/2021) kemarin. Kata dia, para pemuda pelaku wirausaha ini sudah melaksanakan pelatihan-pelatihan dan mulai tahun ini mulai difasilitasi peralatan sebagai penunjang kegiatan usaha mereka.

“Perkembangan di dalam tahun ini juga adalah kami menambah sasaran kegiatan yaitu para pemuda disabilitas. Karena selama ini kami menganggap pemuda disabilitas belum mendapatkan ruang yang besar terhadap semangat kewirausahaan. Dan kami yakin bahwa mereka pun saat ini memiliki kemampuan yang lebih dibanding kita, ada hal-hal yang memang mereka miliki yang bisa kita kembangkan,” tutur Ali.

Tahun ini, sambungnya, akan dicoba untuk menghadirkan para penyandang disabilitas dalam kegiatan pelatihan. Untuk membangkitkan semangat kewirausahaan yang dimiliki mereka, dengan memberikan pelatihan kewirausahaan yang terkait kewirausahaan tekhnis yang akan digeluti sesuai kemampuan mereka.

“Untuk fasilitas yang kami sediakan dalam kewirausahaan ini adalah konseling. Kami melakukan pendampingan tenaga ahli dan tahun ini, kami akan jemput bola dan sudah kami lakukan. Kami akan mendatangi beberapa permintaan para pemuda yang meminta dilakukan konseling untuk pendampingan,” ujar Ali.

Selain itu klinik juga melakukan pemberian peralatan penunjang. Karena sudah setahun dibina, maka akan dievaluasi melalui tenaga ahli agar bisa direkomendasikan untuk menerima peralatan penunjang usaha. “Tetapi ini sifatnya peralatan penunjang bukan peralatan utama, karena wirausaha itu harus memiliki motivasi untuk alatnya sendiri, semacam stimulan,” tambahnya.

Ali berharap di tahun depan ada beberapa pemuda wirausaha lainnya yang dapat dibantu dan diberikan fasilitas penunjang. Karena tahun ini hanya ada sekitar sembilan orang yang dapat dari beberapa macam bidang. Ada yang bergerak di bidang kuliner, kosmetik, penjualan daring, dan ada yang berjualan di warung-warung yang ada sehingga dibantu peralatan penunjang.

Dia juga mengatakan permodalan saat awal mendirikan klinik sudah melakukan kerja sama dengan beberapa bank yang ada di Tenggarong khususnya. Pihak bank menunggu para wirausaha yang ada di Kukar untuk mengajukan permohonan pinjaman modal.

“Namun sampai sekarang ini teman-teman masih belum menggunakan. Dan kami terus memberikan sosialisasi dan selalu mengimbau kepada teman-teman wirausaha muda untuk tidak ragu-ragu. Karena sebelum mereka mengajukan modal pasti akan kami dampingi dahulu, bagaimana strategi mereka dengan berusaha tidak memiliki pinjaman di bank,” urainya.

“Tetapi setelah mereka memiliki pinjaman di bank akan selalu kami dampingi sehingga usaha mereka tidak berat membayar pinjaman yang ada,” tutup Ali. (lmo)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top