HUKUM & KRIMINAL

Masyarakat Kaltim Diimbau Jauhi Pinjaman Online Ilegal

Ilustrasi. (Hukum Online)

SAMARINDA, Kate.id – Masyarakat Kaltim diimbau menjauhi pinjaman online ilegal. Imbauan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim Yadi Robyan Noor.

Yadi mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan bujuk rayu layanan pinjol ilegal. Soal sulitnya permodalan, masyarakat bisa memanfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

KUR merupakan program yang disiapkan pemerintah untuk membantu akses pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang disalurkan melalui lembaga keuangan (bank penyalur) dengan pola penjaminan.

“Jangan mudah terbujuk pinjol ilegal. Karena itu akan jadi gurita utang. Pemerintah sudah menyiapkan KUR, masyarakat bisa memanfaatkan itu dan pasti aman,” ungkap Roby di sela Sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM di Hotel Senyiur Samarinda, Jumat (22/10/2021).

Dijelaskan, hingga pertengahan Oktober 2021 ini kucuran kredit lunak bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Kaltim sudah tercatat sebesar Rp 3,35 triliun.

Memanfaatkan KUR para pelaku UMKM akan mendapatkan pinjaman dengan bunga pinjaman hanya 3 persen di masa pandemi ini hingga akhir tahun ini. Saat kondisi secara nasional pulih, bunga pinjaman akan kembali menjadi 6 persen.

Roby menambahkan, sekira 60 persen pelaku UMKM terdampak pandemi Covid-19. Jumlahnya sekitar 250 ribu UMKM dari sekitar 307 ribu UMKM yang tersebar di Kaltim.

Pemerintah pun terus melakukan berbagai upaya untuk dapat memulihkan kembali perekonomian ekonomi nasional. Di antaranya dengan pemberian Bantuan Presiden Produktif Untuk UMKM (BPUM). Kaltim sendiri sudah mendapat kucuran tidak kurang dari Rp 450 miliar yang sudah disalurkan kepada UMKM terdampak Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan standar bunga pinjaman dalam program KUR selama pandemi berlangsung. Harapannya, pelaku UMKM bisa kembali bergerak dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. (lan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top