METROPOLIS

Dukung Ketahanan Pangan, Pemkab Kutai Kartanegara Segera Fungsikan RPU

Wabup Kukar Rendi Solihin saat menggelar kunjungan di Kecamatan Tenggarong Seberang.

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Tak hanya mengawal proyek pembangunan infrastruktur pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) juga bakal menyiapkan sarana pendukung untuk mekanisasi industri pertanian. Salah satunya dengan menghidupkan kembali Rice Processing Unit (RPU) di Kecamatan Tenggarong Seberang.

Pada 2002, Kukar memiliki pabrik RPU yang mampu menghasilkan lima ton beras murni per jam atau 160 ton per hari. Berdiri di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang, yang dibangun dengan APBD Kukar sebesar Rp 59 miliar. Sejak 14 tahun lalu, fasilitas tersebut sudah terlantarkan.

Ketika berdiri pada 2002, RPU tersebut diresmikan Syaukani Hasan Rais yang kala itu menjabat Bupati Kukar. Pabrik itu mampu menghasilkan beras berbagai merek dengan jumlah 57 ribu ton per tahun. Namun sejak demikian, produktivitas tersebut hanya bertahan sampai enam tahun.

Pemkab Kukar sempat mencoba mengoperasikan kembali pada 2011. Namun setelah setahun kembali mangkrak, tak kuat menanggung beban operasional yang kelewat besar.

Wabup Kukar Rendi Solihin kepada awak media menyampaikan keyakinannya jika RPU akan bermanfaat besar bagi ketahanan pangan di Kukar. Menurutnya, saat ini Tenggarong Seberang menjadi salah satu kawasan lumbung pangan di Kukar.

Sehingga infrastruktur di bidang pertanian perlu dikawal. Pihaknya, lanjut Wabup, akan segera memanfaatkan kembali keberadaan RPU tersebut. Tidak hanya menampung beras yang merupakan hasil pertanian, tetapi juga komoditas jagung dan holtikultura. “Sehingga kami harapkan para petani tidak lagi kesulitan untuk mencari pembeli komoditi pertanian yang mereka garap,” katanya.

Sehingga lanjut Wabup, daya tampung RPU harus diperluas. Upaya hilirisasi sektor pertanian ini, juga dalam rangka mendukung penyelesaian persoalan yang kerap dihadapi oleh lara petani. “Petani bekerja keras untuk bertani di kawasan Kukar, tapi pembelinya tidak ada. Sehingga itu yang menjadi prioritas kami untuk diselesaikan,” tutup Rendi. (ahy)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top