HUKUM & KRIMINAL

Polisi Gerebek Kantor Kolektor Belasan Aplikasi Pinjaman Online Ilegal

Ilustrasi.

JAKARTA, Kate.id – Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggerebek sebuah kantor terkait aplikasi pinjaman online (pinjol) yang berlokasi di perumahan elite Kota Tangerang. Kantor yang dimaksud yaitu PT Indo Tekno Nusantara (ITN) berlokasi di ruko Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang.

Informasi yang dihimpun Kate.id, ITN bergerak dalam bidang jasa collector atau penagih utang pinjol. Tempat tersebut dijadikan kantor kolektor dari 13 aplikasi pinjaman online, yang sepuluh di antaranya ilegal. Dari penggerebekan tersebut diamankan 32 orang ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Mereka merupakan tim analis hingga kolektor.

“Merka ini melakukan ancaman apabila para peminjaman online tidak membayar. Penagihan melalui media sosial dan telepon dengan ancaman pornografi,” kaya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus.

Salah seorang korban pinjol bersyukur dengan digerebeknya kantor kolektor tersebut. Pasalnya sang anak terjerat pinjol hingga harus membayar Rp 100 juta. Padahal anaknya itu pertama kali meminjam dana dari sebuah pinjol sebesar Rp 2,5 juta di 2019.

Penggerebekan PT Indo Tekno Nusantara dan kantor-kantor pinjol ilegal ini merupakan arahan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo setelah Presiden Jokowi sebelumnya menyoroti pinjol yang meresahkan masyarakat.

Listyo menegaskan kepada seluruh jajaran Polri untuk menindak tegas pinjol ilegal yang merugikan masyarakat. “Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat, sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi preemtif, preventif, maupun represif,” tegas Kapolri.

Kapolri menilai para pelaku kejahatan pinjol kerap kali memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa pinjol tersebut.

“Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar,” tambah Kapolri. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top