POLITIK

Pansus RTRW Kutai Kartanegara Kunjungi Lokasi Perusahaan Tambang

Tim pansus RTRW saat mengunjungi lokasi perusahaan. (Foto: istimewa)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Panitia Khusus Rencana Tata Ruang Wilayah (Pansus RTRW) DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kunjungan kerja (kunker) ke perusahaan tambang batu bara PT Fajar Sakti Prima dan PT Bara Tabang di Desa Gunung Sari, Kecamatan Tabang, Ahad (3/10/2021) lalu.

Kunker ini dipimpin langsung Ketua Pansus RTRW Ahmad Yani didampingi para anggota Sarpin, Abdul Wahab Arief, Saparuddin Pabonglean, Hamdan, Ahmad Jais, Budiman, Maruf Marjuni, Baharuddin, Ria Handayani, dan Kabag Fasilitasi Pengganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD Kukar, Sofian Ashuri beserta tenaga ahli dan staf Sekretariat DPRD Kukar.

Rombongan Tim Pansus RTRW diterima langsung Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Fajar Sakti Prima, Ricardo, KTT PT Bara Tabang, Wahyudin, KTT PT Tanggul Jaya, Rikardo, KTT PT Jiwa Abadi, Agung, KTT PT Birat Anjat Sentosa, Marli, KTT PT FSP, Syahbudin Noor dan jajaran di ruang Office OI Tabang Project.

Ahmad Yani mengatakan, selain ingin mempererat silaturahmi, kunjungan ini sekaligus menjalankan tugas dan fungsi dewan, khususnya terkait pelaksanaan kerja Tim Pansus RTRW Kukar. Terutama terkait sinkronisasi penyusunan RTRW Pembangunan Kukar Tahun 2021-2041, karena tambang tidak masuk lagi di pola ruang RTRW. Sehingga perusahaan tambang-tambang ini harus diajak koordinasi dan komunikasi menyesuaikan nanti rencana penutupan tambangnya terhadap lokasi yang dimilikinya.

“Baik lokasi tambang, pascatambang, reklamasi lahan maupun rencana penutupan tambang itu sudah berbasis RTRW. RTRW inilah yang menjadi basis dari pada rencana penutupan tambang,” kata Yani.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, nanti RTRW kabupaten sudah disesuaikan dengan rencana kerja RTRW perusahaan tambang itu sendiri. Baik penutupan, reklamasinya, arah pengembangan masyarakat maupun penggunaan lahan ini sudah sesuai dengan RTRW Kukar ke depan.

“Kolaborasi, sinkronisasi dan masukan-masukan semua pihak, ini sangat bermanfaat untuk pengayaan materi RTRW yang sedang kita bahas, dan kedepan tidak tumpang tindih dalam pemanfaatan dan perencanaan sektoral,” tutupnya. (ahy)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top