METROPOLIS

Jumlah Penyuluh Perikanan Kutai Kartanegara Minim, Pemkab Disarankan Minta Penambahan

Silaturahmi Baharuddin Demmu dengan kelompok perikanan di Tenggarong.

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Potensi dan wilayah perikanan yang besar di Kutai Kartanegara (Kukar) ternyata tidak sebanding jumlah penyuluh perikanan yang bertugas. Kondisi tersebut mendapatkan perhatian dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim Baharuddin Demmu, saat mengunjungi Kelompok Perikanan Tambak Banjar Loa Ipuh Tenggarong, Kamis (16/9/2021) sore.

“Kukar itu wilayah perikanannya luas, penyuluhnya cuma delapan orang saja, ” ungkap Demmu prihatin.

Dia menyarankan kepada Pemkab Kukar mengusulkan penambahan jumlah penyuluh perikanan, sedangkan jumlah pertanian sudah banyak di Kukar. “Minimal jumlahnya mendekati dengan jumlah penyuluh petani yang ada, ” sebut Ketua Fraksi PAN Kaltim itu.

Penyuluh perikanan menurut Demmu punya peran strategis. Selain mentransfer ilmu pengetahuan di bidang perikanan ke masyarakat, penyuluh juga berperan, memberikan penilaian kelayakan kepada kelompok perikanan yang layak mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

“Untuk mendapatkan bantuan, harus mendapatkan persetujuan dari penyuluh, ” terangnya.

Bentuk keprihatinan lainnya, sebut Demmu, bukan hanya jumlahnya yang sedikit. Honor dan gaji yang diterima juga kecil, terutama penyuluh yang masih berstatus honorer.

“Penyuluh honorer gajinya sekira Rp 500 Ribu sampai Rp 1 juta per bulannya, kan kasihan dengan kondisi tersebut, ” bebernya.

Salah satu penyuluh perikanan berstatus Honorer Kementerian Perikanan dan Kelautan, Helda Herawati mengakui jumlah penyuluh perikanan di Kukar memang sedikit.

“Ada delapan orang penyuluh, empat orang berstatus PNS dan empat orang lagi berstatus honorer, termasuk saya,” ucapnya.

Helda mengakui, dirinya bertugas di Dua Kecamatan yaitu Tenggarong dan Loa Janan. Bahkan teman sekerjanya ada yang bertugas di tiga Kecamatan, sedangkan wilayah tiap kecamatan di Kukar sangat luas.

“Makanya terkadang, ada kelompok perikanan yang tidak terpantau dengan penyuluh, mengingat jumlah SDM-nya sangat terbatas, ” jelasnya. (dan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top