METROPOLIS

Wabup Kutai Kartanegara Sampaikan Realisasi APBD 2021 Semester Pertama

Suasana sidang Paripurna DPRD Kukar, saat mendengarkan laporan Wabup Rendi Solihin, Jumat (30/7/2021). (Foto: Dan/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Wakil Bupati (Wabup) Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin menyampaikan secara daring laporan Realisasi Semester Pertama APBD tahun 2021 dan Prognosis untuk enam bulan berikutnya kepada DPRD melalui sidang Paripurna, Jumat (30/7/2021) sore,

Laporan semester pertama yang disampaikan terdiri atas Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Rendi mengatakan, APBD Kukar Tahun Anggaran 2021 memuat program dan kegiatan yang ditetapkan melalui mekanisme penganggaran. Dimulai dari Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten.

“Pemkab Kukar dalam melaksanakan Program dan Kegiatan Pembangunan yang telah dirumuskan, mengacu pada visi dan misi yang diimplementasikan dalam Rencana strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ucap Wabup.

Selanjutnya Rendi menjelaskan, realisasi pendapatan semester pertama sebesar Rp 1.294 triliun atau sebesar 34,21 persen, dari anggaran sebesar Rp 3.784 triliun. Sedangkan prognosis enam bulan ke depan terhadap pendapatan sebesar Rp 2.723 triliun atau 71,95 persen.

Realisasi Pendapatan pada sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sampai akhir semester pertama per 30 Juni 2021, realisasi PAD sebesar Rp144 miliar atau 30,71 persen dari target anggaran yang telah ditetapkan.

“Sedangkan sampai dengan semester pertama per 30 Juni 2021 realisasi Pendapatan Transfer dari Pusat sebesar Rp 1.149 triliun atau 34,70 persen,” tegasnya.

Rendi juga menyinggung, realisasi belanja daerah semester pertama Tahun Anggaran 2021 secara keseluruhan menyerap anggaran sebesar Rp 1.453 triliun atau 32,37 persen dari anggaran sebesar Rp 4.491 triliun. Prognosis enam bulan ke depan terhadap Belanja sebesar Rp 3.702 triliun atau 82,45 persen.

Realisasi belanja sampai semester pertama tersebut yakni belanja operasi yang meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, dan belanja bantuan sosial.

“Terealisasi sebesar Rp 1.152 triliun atau 35,39 persen,” pungkasnya. (dan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top