METROPOLIS

Aktivitas Pertambangan Ganggu Masyarakat, DPRD Kutai Kartanegara Minta Perusahaan Beri Kompensasi

Ketua Komisi I DPRD Kukar Supriyadi. (Foto: Dan/Kate.id)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Belum lama ini Pemerintah Desa (Pemdes) Bakungan, Kecamatan Loa Janan mengadu kepada DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya Komisi I. Hal ini terkait persoalan warga RT 06 dengan perusahaan batu bara CV Mahakam Indah Jaya (MIJ) yang beroperasi di Desa Bakungan.

Ketua Komisi I Supriyadi menjabarkan permasalahan yang dialami warga RT 06 yang merasa terganggu akibat aktivitas pertambangan batu bara milik CV MIJ, karena jaraknya tidak jauh dari permukiman warga. Apalagi ketika malam tiba saat istirahat.

“Warga RT 06 merasa terganggu tidurnya di malam hari,” ungkap Supriyadi belum lama ini di ruang kerjanya.

Supri yang juga menjabat Ketua PAN Kukar ini memberikan solusi agar aktivitas di malam hari dibatasi saja agar masyarakat tidak terganggu. Selain itu, dari dampak gangguan, diharapkan perusahaan bisa memberikan uang kompensasi kepada warga.

“Silakan perusahaan berikan uang kompensasi kepada warga RT 06,” jelasnya.

Supri juga meminta Dinas ESDM dan Dinas LHK Kukar selalu memantau aktivitas CV MIJ terkait dampak lingkungannya kepada warga.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bakungan Arlusdiansyah menyampaikan, warga RT 06 meminta kepastikan kepada perusahaan untuk memberikan solusi atas masalah yang dihadapi warga.

“Bisa mengurangi jam kerja atau pemberian uang kompensasi yang diterima rutin tiap bulannya,” jelasnya.

Disinggung tentang perusahaannya, wakil CV MIJ Boy L mengatakan apa yang dikeluhkan pihak lemdes sudah diwujudkan oleh perusahaan. Walau belum semua warga RT 06 terima uang kompensasi dampak lingkungan.

“Baru sekira 55 rumah di RT 06 yang sudah terima uang kompensasi, kami masih lakukan komunikasi dan pendataan lagi, warga yang akan menerima uang kompensasi lagi dari pihak kami, ” jelas Boy.

Terkait persoalan di atas, Kabid Energi Dinas ESDM Darwis mengatakan agar dampak lingkungan tidak makin dirasakan masyarakat ketika istirahat, alangkah pas jika CV MIJ mengambil kebijakan pembatasan jam kerja produksi di malam hari.

“Jika ingin mengejar target produksi, memaksimalkan kerja di siang hari lebih bagus lagi, ini saran dari kami,” ungkapnya. (dan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top