RAGAM

Peringati Hari Penyu Sedunia, 145 Ekor Tukik Dilepasliarkan

Pelepasliaran tukik di Mukomuko. (Foto: BKSDA Bengkulu)

MUKOMUKO, Kate.id – Sebanyak 145 ekor tukik yang terdiri dari 29 ekor Penyu Belimbing dan 116 ekor Penyu Lekang dilepasliarkan di pantai Taman Wisata Alam (TWA) Air Hitam, Desa Sinar Laut, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Ahad (23/05/2021).

Pelepasliaran tukik atau anakan penyu ini merupakan rangkaian kegiatan Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021 dan Hari Penyu Sedunia yang diperingati setiap tanggal 23 Mei.

Kepala BKSDA Bengkulu diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Suharno mengungkapkan, tukik-tukik yang dilepasliarkan merupakan hasil dari program konservasi penyu di TWA Air Hitam. Yang dikemas dalam perjanjian kerja sama antara BKSDA Bengkulu dengan Yayasan SIPEF Indonesia tentang Penguatan Fungsi kawasan melalui Konservasi Penyu di TWA Air Hitam yang ditandatangani para pihak pada 14 Maret 2018 lalu.

“Selain BKSDA Bengkulu dan Yayasan SIPEF, perjanjian ini juga ditandatangani bersama kelompok masyarakat, seperti Kelompok Pemuda Pemudi Peduli Alam dan Lingkungan Hidup (KP3ALH) Air Hitam dan Kelompok Masyarakat Pelestari Penyu (KMPP) Sinar Laut yang menjadi motor penggerak program ini,” ujarnya

Suharno juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang baik kepada seluruh pihak/institusi serta seluruh masyakarat dan kelompok masyarakat yang telah berperan aktif dan mendukung upaya konservasi satwa liar dilindungi jenis penyu.

“Semoga dengan upaya-upaya konservasi yang telah dilakukan dapat terus dilanjutkan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga”, ungkapnya.

Tukik yang dilepasliarkan. (Foto: BKSDA Bengkulu)

Penyu Belimbing dan Penyu Lekang termasuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa dan peraturan turunannya, yaitu Peraturan Menteri LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Sementara itu berdasarkan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna), semua jenis penyu laut telah dimasukan dalam appendix I, yang artinya perdagangan internasional penyu untuk tujuan komersial dilarang. Badan Konservasi dunia IUCN juga telah memasukkan penyu belimbing, penyu hijau, penyu lekang, dan penyu tempayan sebagai golongan satwa yang terancam punah. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top