SAINS & TEKNO

Komitmen Kurangi Sampah Plastik, Indonesia Jajal Teknologi Iradiasi

Pemulung mengumpulkan sampah di pembuangan sampah Sidoarjo. (Foto: Juni Kriswanto / AFP Photo)

JAKARTA, Kate.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menegaskan Indonesia berkomitmen mengurangi timbulan sampah plastik, termasuk yang di laut.

Melalui Badan Teknologi Nuklir Indonesia (BATAN), Indonesia menjajal pemanfaatan teknologi iradiasi dalam daur ulang limbah untuk mengurangi sampah plastik di bawah program NUTEC Plastic International Atomic Energy Agency (IAEA).

Dijelaskan, dalam kurun waktu tiga tahun, sampah plastik laut berkurang dari 615 ribu ton pada 2018 menjadi sekitar 521 ribu ton pada Desember 2020.

Dia mengatakan mulai 2020 hingga 2024, BATAN akan mengkaji dan melakukan penelitian pengembangan komposit plastik yang terbuat dari komposit serat selulosa dan mikroplastik radio-trace serta radioekologi akuatik.

“BATAN sejak lama telah berkolaborasi dengan IAEA dalam penggunaan energi nuklir untuk penggunaan damai, yang kemudian menjadikan IAEA menunjuk BATAN sebagai pusat kolaborasi untuk makanan dan industri. Selanjutnya, BATAN akan terus mengkaji dan meneliti komposit plastik kayu dengan menggunakan serat berbasis kelapa sawit,” katanya.

Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN juga telah menyiapkan dokumen rencana implementasi proyek NUTEC Plastic sebagai dasar endorsement bagi Indonesia menjadi pilot country.

Melalui program tersebut diharapkan penggunaan iradiasi (polimerasi) dalam daur ulang limbah plastik dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sektor industri pada skala ekonomi.

IAEA meminta Indonesia untuk menjadi negara pilot bagi tiga fase demonstration project NUTEC Plastic, yaitu fase 1, penguatan penanganan limbah plastik di sektor hilir, fase 2, pembangunan demo plant, dan fase 3, upstreaming pemanfaatan teknologi iradiasi penanganan limbah plastik.

Sebelumnya dalam forum IAEA High Level Round Table Discussion for The Asia and the Pacific Region “NUTEC Plastic: Atoms Contributing to the Search for Solutions to Plastic Pollution” yang diselenggarakan IAEA secara virtual pada Selasa (18/5), Siti mengapresiasi program NUTEC Plastic yang bertujuan membantu negara-negara di Kawasan Asia Pasifik dalam mengintegrasikan teknologi nuklir untuk pengelolaan sampah plastik.

Dia meyakini inisiatif tersebut akan semakin mendukung strategi daur ulang plastik untuk menjawab tantangan dan permasalahan sampah plastik secara komprehensif, dari hulu hingga hilir, dengan memberikan inovasi teknologi untuk mengolah sampah plastik menjadi produk antara yang selanjutnya dapat digunakan untuk bahan industri, menciptakan inovasi baru untuk industri plastik yang ramah lingkungan. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top