POLITIK

Terima Keluhan Tumpang Tindih Lahan, Legislator Kaltim Minta Ada Regulasi

Anggota Komisi I DPRD Kaltim Agiel Suwarno. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Anggota Komisi I DPRD Kaltim Agiel Suwarno menanggapi keluhan kelompok tani tentang permasalahan tumpang tindih lahan yang diambil alih oleh perusahaan. Melihat permasalahan itu, secara tegas Agiel meminta pemerintah agar segera membuat regulasi demi memutus konflik perebutan lahan yang terjadi.

Menurutnya, konflik seperti itu hampir terjadi di semua daerah. Saat ini Komisi I banyak menangani permasalahan lahan kelompok tani yang kemudian tiba-tiba direbut oleh perusahaan. Dikarenakan tanah kelompok tani tersebut hanya mengantongi rekomendasi dari pemerintah desa atau pemerintah kecamatan saja.

“Tentunya ini tugas pemerintah dan DPRD juga harus mengatur regulasi apa yang bisa menyiapkan agar lahan-lahan ini tidak terjadi konflik lagi. Misalnya segera pembuatan surat sertifikasi. Saya pikir kalau program itu memang bagus harus dijalankan,” ujar Agiel saat dijumpai, Selasa (4/5/2021).

Apalagi lahan-lahan itu rentan diserobot perusahaan dengan dalih perusahaan punya izin. Terlebih lahan kelompok tani itu dekat dengan lahan izin perusahaan.

“Apabila ada masalah tumpang tindih lahan itu kan pasti ada pihak-pihak yang menawarkan dan menerbitkan dokumen lahan milik perusahaan. Hampir semua seperti itu. Tidak hanya di Samarinda saja, di Kutai Timur (Kutim) juga banyak yang begitu,” paparnya.

Sehingga untuk mencegah konflik tersebut, Agiel menyebutkan jika perlu ada suatu regulasi tentang bagaimana masyarakat atau kelompok bisa mendaftatkan tanah hak milik mereka.

Nantinya Komisi I ingin memberikan masukan kepada pemerintah agar segera mengatur regulasi yang akan diterapkan untuk seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Agar pemerintah punya aturan yang sama tentang dokumen tanah hak milik seseorang.

“Selama ini kalau di desa kan hanya lahan dibatasi patok. Kalau izin di kecamatan ada PPAT dan ke BPN itu dapat sertifikat. Nah yang di tingkat desa ini yang sering menjadi konflik,” urai legislator Fraksi PDI Perjuangan ini. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top