POLITIK

DPRD Kaltim Beri Dua Rekomendasi Perihal Penabrakan Jembatan Dondang

Ketua Komisi lII DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Komisi III DPRD Kaltim memberikan dua rekomendasi perihal insiden kedua kalinya penabrakan Jembatan Dondang di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) oleh kapal tongkang milik PT FBL dan PT ADB. Sebagaimana disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud.

Menurut laporan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Hasan meneruskan jika insiden penabrakan Jembatan Dondang mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Alhasil dua titik tiang pancang baja P14 sisi hulu jadi bengkok dan lepas dari pile cap. Ujung pile cap pun retak yang membuat besi tulangan tampak. Kemudian cross beam retak dan rubber bearing terdeformasi.

Secara tegas, legislator Fraksi Golkar tersebut memberikan beberapa rekomendasi. Yang pertama adalah pemasangan CCTV di area Jembatan Dondang.

“Jadi kami minta pasang CCTV untuk mengamati lalu lintas di bawah jembatan. Selama ini kan tidak ada, jadi kapal yang melewati pada saat dini hari bisa terpantau,” sebut Hasan seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP), di gedung E Komplek DPRD Kaltim, Senin (26/4/2021).

Kedua, Komisi III merekomendasikan hukuman pidana diberikan kepada pihak perusahaan. Hasan menilai langkah tersebut akan menambah efek jera bagi pelaku. Terlebih perusahaan penabrak Jembatan Dondang juga telah bersedia untuk membayar ganti rugi.

“Kami juga meminta ada efek jera. Tidak hanya meminta pergantian biaya, tetapi kami juga minta ada hukuman pidana atau ke jalur hukum,” paparnya.

Untuk mempercepat perbaikan jembatan, ke depan Hasan juga meminta Dinas PUPR Kaltim untuk melakukan presentasi perencanaaan perbaikan, evaluasi SOP pengamanan jembatan, dan penambahan fender di tiap jembatan.

“Jadi ada asuransi dari pihak ketiga dimasukkan dalam pembiayaan. Jadi ketika ada kejadian kecelakaan atau tabrakan, asuransi bisa meng-cover,” terang Hamas, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kaltim, Irhamsyah mengungkapkan jika insiden penabrakan Jembatan Dondang yang kedua lebih berat dibanding insiden pertama. Oleh karenanya Irhamsyah senada dengan usulan dari Komisi III agar segera dilakukannya perbaikan jembatan.

“Sementara ini kami pantau belum ada pergeseran segala macam. Masih bisa dilalui. Tetapi ada pembatasan dimensi 8 ton. Sampai selesai perbaikan. Harus tahun ini segera tuntas,” harap Irhamsyah. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top