POLITIK

DPRD Kaltim Kembali Bahas Aduan Warga Terkait Kerusakan Lahan

Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Komisi I DPRD Kaltim kembali melakukan pembahasan terkait aduan warga atas nama Muhammad. Yang mengeluhkan lahan garapannya rusak akibat terdampak aktivitas salah satu perusahaan pertambangan di wilayah Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Muhammad mengaku jika dirinya sudah memiliki lahan tersebut sejak 1987 dan sudah ditanami salak seluas 3,4 hektare. Namun akibat aktivitas perusahaan pertambangan, kebun miliknya terendam banjur lumpur yang mengakibatkan gagal panen.

Saat dijumpai awak media, Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mengatakan jika pihaknya akan segera mengundang beberapa OPD terkait sampai ke tingkat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyelesaikan permasalahan lahan milik Muhammad.

“Kami akan tindak lanjuti. Harapannya, kami meminta rekomendasi supaya perusahaan ini diberikan pelajaran. Jadi yang kita fokuskan penyidikan terhadap pelanggaran lingkungan hidup,” terangnya saat dijumpai, Selasa (5/4/2021).

Adapun dari masalah itu, Jahidin mengaku lahan yang dimiliki oleh Muhammad sudah hancur akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan dari aktivitas perusahaan. Selain itu, dirinya juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim dan Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim untuk membahas ganti rugi tanam tumbuh lahan milik Muhammad.

“Terkait situasi di sana, DLH Kaltim kami kawal bersama-sama untuk tetap mengecek kembali lokasi. Untuk memberi keyakinan masing-masing. Kalau DPRD Kaltim sudah, tetapi tetap kami dampingi,” ungkapnya.

Terlebih Jahidin juga menegaskan bahwa Komisi I tetap berkomitmen agar manajemen perusahaan tersebut diproses sesuai hukum atas pelanggaran yang dilakukan.

“Kami minta supaya perusahaan bisa disidik dan diajukan ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kami mau ini diproses secara hukum,” tegas Jahidin.

Pada kesempatan yang sama, Muhammad selaku pemilik lahan yang merasa dirugikan akibat aktivitas perusahaan tersebut berharap jika kasusnya tetap diselesaikan secara kekeluargaan.

Dirinya menyatakan jika dahulu pernah didatangi oleh seseorang yang mengaku sebagai warga desa. Orang itu mengklaim bahwa akan mempertemukan Muhammad dengan pihak perusahaan untuk membahas nominal ganti rugi yang diinginkan.

“Kalau kerusakan itu luar biasa. Sampai longsor, dan kebun itu saya biarkan saja sekarang. Sudah hancur. Kemarin saya sempat sebut ganti rugi Rp 1,5 miliar. Tetapi itu kan belum ditanggapi,” tandasnya. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top