METROPOLIS

Gubernur Kaltim Sebut Dana CSR Belum Efektif Tersalurkan

Gubernur Kaltim Isran Noor (kanan) saat peluncuran Program Kemitraan Penggemukan Sapi dan Program Biogas, Kamis (1/4/2021) di Desa Tani Bhakti Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar. (Foto: Chintya/Humasprov Kaltim)

KUTAI KARTANEGARA, Kate.id – Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut dana corporate social responsibility (CSR) belum tersalurkan secara efektif.

Karenanya, salah satu upaya mengoptimalkan dana CSR, lanjut mantan Bupati Kutai Timur (Kutim) ini, yaitu dengan membuat aturan yang diterbitkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berupa peraturan gubernur (Pergub).

“Saya sudah sounding, dan saya segera menerbitkan Pergub,” tegas orang nomor satu Benua Etam ini saat peluncuran Program Kemitraan Penggemukan Sapi dan Program Biogas, Kamis (1/4/2021) di Desa Tani Bhakti Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Menurut dia, dana-dana CSR perusahaan selama ini cukup besar. Namun tidak dibuka secara transparan dan belum tersalurkan secara efektif.

Pergub tentang dana CSR perusahaan, jelasnya, tidak hanya menyasar perusahaan BUMN, energi dan pertambangan, minyak dan gas, perkebunan dan kehutanan, tetapi perusahaan-perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah pun dikenai wajib menyalurkan CSR.

“Saya sudah hitung, lebih kurang setengah triliun setiap tahun dana CSR perusahaan di daerah kita ini,” sebutnya.

Isran mengakui selama ini dana CSR disalurkan perusahaan untuk kesehatan, pendidikan, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat tapi tidak terlihat wujudnya dalam jangka panjang.

Karenanya, suami Norbaiti, Ketua TP PKK Kaltim ini, menerangkan dana CSR nantinya, salah satunya akan diarahkan untuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat Kaltim.

Disebutkannya, kebutuhan satu unit rumah layak huni sekitar Rp 100 juta dengan ukuran luas bangunan 45 meter persegi.

“Kalau Pertamina setahun mengeluarkan CSR Rp 60 miliar, maka dalam kurun 2021-2022 akan terbangun 600 unit rumah. Nah, ini programnya fokus dan terlihat barangnya. Itu baru Pertamina, belum termasuk perusahaan lain,” ungkap Isran. (lan)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top