POLITIK

Semua Pihak Harus Jalankan Protokol Kesehatan

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani.

JAKARTA, Kate.id – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengingatkan semua pihak tetap menjalankan protokol kesehatan dan tidak memicu kerumunan. Menurut Netty, hal ini penting dilakukan karena Indonesia masih berada dalam zona bahaya Covid-19.

“Saat ini jumlah kasus per Jumat, (26/2), sudah mencapai 1.322.866 kasus positif, dan belum ada tanda-tanda penurunan yang signifikan. Bisa jadi prediksi Kemenkes bahwa kasus Covid-19 pada akhir 2021 mencapai 1,7 juta akan terlampaui,” katanya.

Melawan pandemi Covid-19, harus dengan menghimpun segenap daya, upaya dan energi bangsa Indonesia.

“Pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, influencer dari berbagai kalangan harus menjadi penggerak dan teladan di masyarakat dalam melawan pandemi. Rakyat harus dihimpun dan digerakkan dengan leadership dan keteladanan. Jika pejabat pemerintah tidak menunjukkan keteladanan, maka jangan salahkan rakyat jika tidak taat prokes dan bersikap masa bodoh” terangnya.

Netty meminta agar pejabat pemerintah dapat memastikan langkah antisipatif setiap kali membuat kegiatan agar tidak memicu terjadinya spontanitas kerumunan rakyat.

“Jika kegiatannya membagi-bagi atau melempar barang, tentu saja rakyat yang memang sedang kesulitan ekonomi akan berebut untuk mendapatkannya. Sebaiknya dipikirkan bentuk kegiatan lain yang lebih humanis, kreatif dan mendidik, sehingga prokes terjaga, rakyat pun aman,” katanya.

Meskipun Indonesia sedang menjalankan proses vaksinasi bukan berarti sudah bebas Covid-19. Politisi Fraksi PKS ini mengingatkan untuk tidak menganggap remeh pandemi ini dan selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.

“Jangan anggap remeh penyakit ini. Kebijakan 3T (tracing, testing and treatment) harus ditingkatkan lebih masif lagi, gerakan 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) harus semakin ketat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan dan kesehatan rakyat. Oleh karena itu, berikanlah contoh yang baik agar bisa menjadi teladan di tengah masyarakat dan bukan sekedar jargon saja,” pungkas Netty. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top