POLITIK

Wali Kota Samarinda Terpilih Didesak Segera Realisasikan Visi-Misi

Ketua DPC GMNI Kota Samarinda Yohanes Richardo. (Foto: Istimewa)

SAMARINDA, Kate.id – Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda terpilih, Andi Harun dan Rusmadi Wongso didesak segera merealisasikan visi-misinya. Sebagaimana telah dipaparkan saat kampanye.

Desakan ini diutarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Samarinda mendesak menjelang pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda terpilih periode 2021-2024.

Ketua DPC GMNI Kota Samarinda Yohanes Richardo menyoroti soal penanganan banjir. Menurut dia, pandangan, ide dan gagasan pemimpin Kota Samarinda tersebut tidak hanya sekadar omong kosong serta janji manis. Tetapi harus segera dikerjakan setelah dilantik.

“Tentunya besar harapan masyarakat yang memilih pasangan ini untuk mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan dan kemajuan di segala sektor. Misalnya sektor lingkungan, pembangunan infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan yang menjadi titik fokus utama dan pekerjaan penting bagi pasangan tersebut”, sebut Richardo, Rabu (21/02/2021).

Untuk itu, masalah banjir tidak hanya sekadar fenomena alam ataupun murni kesalahan masyarakat yang membuang sampah sembarangan tempat. Namun, erat kaitannya dengan berbagai kebijakan. Apalagi tata ruang dan tata kota serta lingkungan yang dikelilingi oleh sektor pertambangan batubara yang menurutnya terus menerus melakukan eksploitasi alam secara berlebihan.

“Menurut catatan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam, Red.) dalam temuannya ada 10 perusahaan pertambangan dikawasan hulu Samarinda. Oleh karena itulah dalam setiap terjadinya banjir di Kota Samarinda membuat kerugian besar bagi masyarakat yang terdampak langsung,” terangnya.

Maka atas masalah itu, Richardo menekankan pentingnya pendekatan anggaran. Dalam hal ini untuk memastikan drainase tidak ada yang tersumbat lagi. Lalu kemudian mengusut segala aktivitas liar pertambangan batubara yang dapat berpotensi merusak lingkungan.

“Tentu saja tugas wali kota untuk segera menindak hal tersebut. Apalagi ada anggaran yang dialokasikan untuk penanganan banjir oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR, Red.) Samarinda di tengah wabah Covid-19 dengan anggaran sebesar Rp 400 miliar namun dengan yang bersumber murni dari APBD hanya Rp 100 miliar,” pungkasnya. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

POPULER

To Top