POLITIK

DPRD Kaltim Tindak Lanjuti Ganti Rugi Lahan Akibat Aktivitas Tambang

Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mengatakan jika dalam waktu dekat ini pihaknya segera menindaklanjuti masalah ganti rugi lahan. Bagi warga yang dirugikan terhadap aktivitas tambang baru bara oleh salah satu perusahaan yang terletak di Kilo 11 Desa Tani Bhakti, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Diketahui, akibat aktivitas pertambangan, banyak warga yang lahannya terdampak limbah batu bara menuntut ganti rugi senilai Rp 1,5 Miliar. Bahkan, salah satu warga mengeluh jika kebun salaknya yang seluas 3,4 hektare mengalami gagal dipanen.

“Warga yang bernama Pak Muhammad menuntut agar perusahaan ganti rugi namun hingga saat ini belum ada kejelasan sehingga mengadu ke DPRD Kaltim,” sebut legislator asal Fraksi PKB tersebut, Senin (15/2/2021).

Dalam mengatasi permasalahan itu, hasil rekomendasi dari Komisi I menyebutkan tidak perlu dibentuk tim khusus. Menurutnya hal itu hanya akan memperumit dan tidak menyelesaikan masalah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Jahidin akan meminta data warga terlebih dahulu. Salah satunya terkait kepemilikan lahan dan lain sebagainya.

“Karena tidak segampang itu untuk mengganti rugi. Mulai dari tanam tumbuh, itu harus ada tabelnya. Lalu terkait kepemilikan lahan, harus menggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP, Red.) harga pajak, PBB dan lain-lain,” sebutnya.

Oleh karenanya, Jahidin juga menerangkan jika penyelesaian masalah tersebut bisa diselesaikan dengan kesepakatan kedua belah pihak. Seperti halnya terkait besaran ganti rugi, di mana harga ganti rugi bisa ditetapkan jika perusahaan dan warga sama-sama setuju.

“Jadi kami menyarankan, selesaikan dengan baik antara kedua belah pihak. Ketika saya masih menjadi advokat, berulang kali saya menangani perkara yang sama. Perkara sengketa lahan antara penambang dengan pemilik lahan sering kita lakukan seperti itu,” tandas Jahidin. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top