POLITIK

DPRD Kaltim Gelar RDP Bahas Pengembangan Bandara APT Pranoto

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Komisi III DPRD Kaltim melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto. RDP ini guna membahas terkait permasalahan pengembangan dan penyempurnaan fasilitas yang ada di bandara Kota Tepian tersebut.

Saat dijumpai seusai rapat, Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan jika pihaknya ingin meminta transparansi anggaran pengembangan Bandara APT Pranoto. Diketahui, Komisi III ingin meninjau kembali anggaran pengembangan bandara tersebut dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI maupun APBD Kaltim, baik itu anggaran multi years contract (MYC) maupun single years.

Dari hal itu, legislator yang akrab disapa Hasan tersebut mengharapkan agar penggunaan anggaran pengembangan bandara APT Pranoto bisa terukur dan tepat sasaran.

“Harapan saya anggaran itu terukur, jadi diharapkan kedepan juga kalau bisa akan diadakan uji publik. Sehingga penggunaan anggaran itu lebib tepat. Terutama untuk perbaikan sarana dan pra sarana bandara,” ungkapnya, Senin (15/2/2021).

Salah satu contohnya dalam pengunaan anggaran untuk sarana dan pra sarana bandara seperti penambahan lampu runway. Atas hal itu pun, dirinya mengaku jika bandara APT Pranoto perlu adanya penambahan tersebut agar lebih baik.

“Dari pihak bandara sendiri yang paling dikeluhkan adalah penambahan lampu di runway. Jadi mau diusahakan ditambah menjadi 2 runway. Saya berharap agar kedepan bandara apt menjadi lebih bagus,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala UPBU APT Paranoto Samarinda Agung Pracayanto mengatakan bahwa dari hasil pembahasannya bersama Komisi III, ia mengaku jika bandara APT Pranoto berharap kepada Kemenhub RI untuk memberikan anggaran penambahan fasilitas yang menjadi prioritas seperti penambahan taxi way dan drainase.

“Jadi lebih ditekankan lagi skala prioritas anggarannya. Prioritasnya adalah taxi way dan drainase. Kan drainase perlu karena kondisi di bandara kita itu lahannya rendah. Jadi kedua hal itu lebih diutamakan,” pungkasnya. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top