EKONOMI & BISNIS

Jokowi Minta Pemda Perbanyak Program Padat Karya

Jokowi.

JAKARTA, Kate.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah daerah (pemda) memperbanyak program padat karya. Untuk memperkuat daya beli dan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat secara resmi membuka Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2021, Kamis (11/2/2021), di Istana Negara, Jakarta.

“(Perbanyak) program padat karya agar ini bisa memperkuat daya beli masyarakat, meningkatkan konsumsi masyarakat,” ujar Jokowi.

Dia menambahkan, belanja pemerintah baik pemerintah pusat melalui APBN maupun pemerintah daerah dengan APBD menjadi satu-satunya penggerak perekonomian masyarakat sekarang ini.

“Masyarakat di bawah harus diberikan penghasilan yang seluas-luasnya, diberikan pekerjaan yang seluas-luasnya,” tuturnya.

Jokowi menilai, banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah kota melalui program padat karya yang dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Seperti perbaikan jalan kampung, perbaikan saluran air di pembersihan saluran air di kota, perbaikan puskesmas, perbaikan posyandu, hingga perbaikan sekolah.

“Saya kira banyak sekali, sehingga tercipta lapangan kerja dan kita bayar gajinya, mereka akan meningkat konsumsi. Sehingga meningkat daya beli sehingga ada demand di ekonomi kita,” ujarnya.

Pengerjaan yang dilakukan dengan program padat karya tersebut tidak hanya dapat memperbaiki infrastruktur pelayanan masyarakat. Tetapi juga memberikan penghasilan pada masyarakat.

Jokowi menambahkan, pemerintah pusat juga melakukan program ini secara besar-besaran di semua kementerian yang ada.

“Semua kita geser ke padat karya. Kita harus bergotong-royong (sehingga) semua warga yang sedang kehilangan pekerjaan bisa mendapatkan penghasilan, golnya ke sana,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Jokowi juga meminta pemda untuk terus melanjutkan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat

“Tetap lanjutkan terus pemberian bantuan sosial, terutama sembako kepada masyarakat lapisan bawah dan kelompok masyarakat bawah yang tidak bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari program padat karya,” pungkasnya. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top