HUKUM & KRIMINAL

Rasis dan Menghina Islam, Abu Janda Memecah Belah Persatuan

Permadi Arya alias Abu Janda. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, Kate.id – Nama pegiat media dan buzzer Permadi Arya alias Abu Janda belakangan mencuat ke publik. Gara-gara dua cuitannya di media sosial yang bernada rasis dan penghinaan kepada agama Islam.

Cuitannya yang bernada rasis ditujukan pada eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai. Sementara cuitannya yang menghina agama Islam menyebut agama mayoritas masyarakat Indonesia tersebut sebagai agama arogan.

Tak pelak hal ini mengundang kemarahan dari masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim dan menolak rasisme. Alhasil Permadi dilaporkan Haris Pertama dan DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Bukan hanya KNPI, sejumlah tokoh masyarakat dan ormas keagamaan juga mengutuk perbuatan Abu Janda yang dianggap memecah belah persatuan. Salah satunya Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

“Saya pikir saatnya dihentikan ocehan-ocehan model seperti ini yamg selalu menyinggung perasaan publik. Tidak sepantasnya di masa sulit pandemik, hal-hal yang tidak positif dibiarkan. Ayo kita unfollow, dan jangan perdulikan lagi orang-orang seperti ini. Salam sehat & damai,” ungkap Susi dalam cuitannya.

Dua ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) juga mengeluarkan sikap atas pelecehan yang dilakukan Permadi. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti meminta Permadi untuk belajar mengaji terlebih dahulu.

“Biar ngajinya diperdalam dulu supaya enggak keliru memahami agama Islam. Islam tidak melarang orang untuk menganut agama lain. Jadi saya kira salah alamat ya kalau yang dimaksud itu adalah ajaran agama Islam,” sebut Mu’ti.

Sementara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Helmy Faishal Zaini menyebut Permadi tidak paham agama. “Enggak ngerti Islam itu. Harus bedakan agama dengan orang ya,” tuturnya.

Permadi sendiri kerap disebut merupakan anggota NU dan tergabung dalam ormas di bawah NU. Namun NU menyatakan kelakuan kontroversial dan memecah belah yang kerap dilakukan Permadi tidak mencerminkan NU.

Katib Syuriah PBNU yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI DKI, KH Zulfa Mustofa MY, keberadaan Permadi dengan pernyataan-pernyataannya selama ini ‘dipakai’ pihak tertentu untuk sebuah kepentingan agar bangsa Indonesia gaduh.

Agar umat Islam tidak bersatu dan saling membenci satu sama lain sehingga rakyat lupa untuk melakukan hal-hal yang produktif untuk umat dan bangsa. Misalnya bersatu dalam menyelesaikan pandemi, mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak tepat dan atau menjadi lupa pada kasus-kasus besar yang mesti diproses secara hukum

Bisa juga ada kepentingan dari luar Indonesia yang mendapatkan keuntungan dengan pernyataannya dan gerakannya selama ini.

“Ala kulli hal, orang yang cerdas paham, NU dengan paham aswajanya dan tradisi luhur akhlak ulamanya yang diajarkan di pesantren dan majelis taklim tidak akan berperilaku seperti itu,” sebut Zulfa.

“Karenanya jangankan dianggap santri, disebut NU yang awam saja kurang pantas disematkan kepada Abu Janda meski NU tidak pernah menolak siapapun menjadi anggota dan pengikutnya selama yang bersangkutan mau mengikuti dengan tulus apa apa yang menjadi khitoh NU dalam beragama, berpolitik dan bermualamah,” urainya.

Permadi sendiri dalam pembelaannya mengaku cuitannya dipotong. Pasalnya cuitan itu ditujukan menimpali cuitan Tengku Zulkarnain. Malahan Permadi menyebut Susi sebagai sumbu pendek.

Sosoknya selama ini memang membuat kontroversi. Bukan kali ini saja Permadi membuat marah umat Islam Indonesia. Dia sudah berkali-kali membuat pernyataan kontroversial, salah satunya yang menyebut agama teroris adalah agama Islam.

Akibat cuitan-cuitannya tersebut, Permadi beberapa kali dilaporkan ke kepolisian. Namun tak satupun laporan tersebut berakhir baik. Sehingga banyak pihak mempertanyakan keseriusan dan keadilan aparat kepolisian dalam menegakkan hukum. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top