POLITIK

Kenaikan Harga Cabai Jadi Sorotan DPRD Kaltim

Ketua Komisi II DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Cuaca ekstrim yang melanda Kaltim menyebabkan naiknya harga barang pokok. Salah satunya kenaikan harga cabai. Kenaikan harga ini menjadi sorotan DPRD Kaltim.

Dalam hal ini Veridiana Huraq Wang selaku Ketua Komisi II DPRD Kaltim mendorong pemerintah menyiasati kenaikan harga cabai di benua etam. Seperti di Kota Balikpapan, harga cabai rawit melonjak hingga dua kali lipat mencapai Rp 100 ribu per kilonya. Padahal biasanya cabai rawit hanya dipatok berkisar Rp 60 ribu per kilogramnya.

“Fluktuasi harga memang terjadi setiap tahun, terutama perubahan cuaca yang sangat ekstrim saat ini. Tentu dalam hal ini pemerintah dituntut untuk bagaimana menyiasati ini supaya menjadi normal,” jelas Veridiana, Senin (18/1/2021).

Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut, kondisi seperti ini disebabkan faktor alam dan juga Kaltim tidak bisa memproduksi lombok sintetis. Oleh karena itu dirinya juga tidak bisa memaksakan produksi petani, dikarenakan menurutnya petani sangat tergantung oleh cuaca.

“Di Kaltim juga karakter petaninya tidak spesifik seperti di Jawa yang petaninya fokus pada satu jenis tanaman. Di sini petaninya kebanyakan musiman,” terangnya.

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Balikpapan Heria Prisni mengakui faktor cuaca bisa menjadi penyebabnya kenaikan harga cabai.

“Pasalnya, kondisi hujan membuat banyak pasokan membusuk. Umumnya, kebutuhan pangan kita terbilang aman. Hanya karena cuaca, beberapa komoditi tertentu yang dikirim dari luar daerah, seperti cabai tentu berkurang,” sebut Heria.

“Hal itu membuat harga terganggu. Para petani mesti ikut menyesuaikan biaya operasional,” tandasnya. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top