KESEHATAN

Ini Kelompok Masyarakat yang Tidak Bisa Diberi Vaksin Sinovac

Ilustrasi.

JAKARTA, Kate.id – Pemerintah telah resmi memulai program vaksinasi Covid-19 yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. Namun ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin.

Untuk dapat mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, Pemerintah menargetkan vaksinasi pada 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 181,5 juta jiwa. Pelaksanaannya secara bertahap dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan kemudian petugas pelayanan publik.

Untuk keperluan program vaksinasi ini, Pemerintah telah mengamankan 426 juta dosis vaksin yang berasal dari beberapa perusahaan dan negara yang berbeda. Dari total tersebut, telah tiba di Tanah Air vaksin Covid-19 produksi Sinovac Biotech Inc. Dengan rincian 3 juta dosis vaksin Covid-19 siap pakai serta 15 juta bahan baku vaksin Covid-19 yang langsung diolah oleh BUMN Bio Farma.

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tersebut tidak dapat diberikan kepada orang-orang dengan kriteria tertentu. Yaitu mereka yang memiliki riwayat konfirmasi Covid-19, wanita hamil dan menyusui, berusia di bawah 18 tahun, tekanan darah di atas 140/90.

Kemudian yang mengalami gejala ISPA seperti batuk/pilek/sesak napas dalam tujuh hari terakhir, ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19, sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah.

Lalu mereka yang menderita penyakit jantung (gagal jantung/penyakit jantung coroner), menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya), menderita penyakit ginjal, menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis, menderita penyakit saluran pencernaan kronis, dam menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun.

Vaksin juga tidak boleh diberikan pada orang yang menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi. Menderita penyakit Diabetes Melitus, menderita HIV, dan memiliki penyakit paru-paru (asma, PPOK, TBC).

Disebutkan, penderita penyakit diabetes melitus, HIV, atau yang memiliki penyakit paru (asma, PPOK, TBC) dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19. (luk)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top