POLITIK

Temukan Tambang Liar, DPRD Kaltim Bakal Tempuh Jalur Hukum

Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin. (Foto: Ferry/Kate.id)

SAMARINDA, Kate.id – Ketua Komisi I DPRD Kaltim Jahidin mendorong pemerintah melalui instansi terkait melakukan penegakan hukum terhadap permasalahan tambang liar. Ini menindaklanjuti permasalahan tambang liar yang makin merajalela di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim),

Saat berbincang melalui sambungan telepon, legislator Fraksi PKB tersebut menerangkan ke depan Komisi I melakukan hearing dengan pihak terkait. Meliputi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kukar, Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim, Dinas ESDM Kaltim serta Kapolres Kukar terkait penertiban tambang-tambang liar.

“Jadi rencana yang mau kami hearing-kan ini di Kukar karena terlalu merajalela tambang liar yang tidak ada kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD, Red.) Kaltim,” ucapnya, Selasa (12/1/2021).

Hal tersebut akan ditempuh karena Komisi I menemukan langsung aktivitas tambang ilegal di Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kukar. Ketika melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Sangatta beberapa waktu lalu.

“Dalam tenggang waktu hanya kurang lebih satu jam kita liat sendiri kurang dari seratus unit kendaraan yang melintasi jalan raya memuat batu bara dari hasil tambang liar itu,” beber Jahidin.

“Nah inilah yang menghancurkan jalan negara dan jalan provinsi, tetapi tidak ada kontribusi untuk pemulihannya. Jadi yang dipake hauling itu adalah jalan negara. Jadi ini bukan lagi pengaduan masyarakat, tetapi rombongan Komisi 1 dipimpin oleh Ketua Komisi 1 saya sendiri menemukan langsung itu,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Subhan menerangkan bahwa untuk penambangan illegal di Kaltim saat ini menjadi perhatian Pusat melalui KLHK /Dirjen Gakkum LHK). Sehingga dalam penanganannya Balai Gakkum Kalimantan masih menunggu instruksi dari Pusat guna sinergitas penanganannya.

“Terkait kasus tambang yang di Sebulu dan wilayah kecamatan marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Karena kejadiannya yang masif sehingga pusat mengambil alih penanganannya, kita telah mendukung data dan informasi yang diperlukan,” tandas Subhan. (fer)

Editor: Lukman Maulana

Comments

BERITA TERBARU

To Top